Naropal Araca; Pesta Hallowen a la Reka Records Bertajuk Sabbath Bloody Sabbath

Hallowen adalah sebuah sebutan untuk merayakan tradisi pada malam tanggal tiga puluh satu Oktober. Irlandia menjadi negara yang mengawali tradisi ini dengan membawanya berimigrasi ke Amerika. Dulu, orang-orang yang merayakan hallowen mengenakan kostum-kostum menakutkan dan berjalan dari pintu ke pintu rumah hanya untuk meminta permen atau coklat dengan menggunakan kata ancaman seperti “Trick or Treat” yang maksudnya “Beri kami (permen) atau kami jahili.”

Seiring berjalannya waktu, perayaan hallowen menjadi  wabah yang sangat cepat penyebarannya. Bahkan  tradisi hallowen ini telah menjadi bagian perayaan yang wajib dirayakan khusunya oleh pemuda dan pemudi di seluruh dunia. Beberapa waktu lalu tradisi ini juga dirayakan oleh pemuda-pemudi di kota Malang.

Adalah Reka Records, toko yang menjual aneka pernak pernik rilisan fisik ini juga turut merayakan tradisi hallowen pada tanggal tiga puluh satu Oktober silam.

Bertajuk Sabbath Bloody Sabbath, Reka Records mengemas pesta hallowen dengan penuh kemeriahan di dalamnya. Penampilan band dan aneka permainan mereka atur sedemikian rupa demi menghilangkan rasa jenuh dari pengujung yang datang pada malam itu. Bahkan, para pemuda berkostum ku klux klan mereka jadikan penjaga pintu untuk menyambut calon pengunjung yang akan menghadiri perayaan tersebut.

Acara dimulai sedikit terlambat dari yang diperkirakan. Tanpa membuang waktu Deep Forest Symphony yang telah diberi mandat untuk membuka acara Sabbath Bloody Sabbath langsung beraksi di atas panggung yang begitu sederhana. Membuka acara dengan membawakan senandung karya The Adams berjudul “Konservatif mereka berhasil mencuri perhatian pengunjung yang berada di luar toko untuk langsung bergabung di lantai dua Reka Records. Kemudian acara dilanjutkan dengan permainan-permainan yang sengaja dibuat oleh pihak Reka untuk para pengunjung.

Permainan game sesi pertama telah usai, kini giliran Good Boy Jimmy yang menghangatkan suasana pesta. Membawakan empat lagu, mereka bermain amat enerjik dan membuat penonton bersemangat mengangguk mengikuti hentakan bass drum yang mereka mainkan. Selesai Good Boy Jimmy beraksi permainan sesi kedua kembali dimulai, permainan di tengah sesi pergantian band ini sepertinya benar-benar berhasil menghibur pengunjung, terbukti salah satu pengunjung yang heboh saat menerima hadiah karena memenangkan sesi permainan yang diadakan pihak Reka.

Saatnya Megatruh mempersiapkan diri untuk beraksi. Unit band post popular yang terinspirasi musik ala Sonic Youth ini menjadi salah satu pengisi acara yang paling ditunggu pada pesta bertajuk Sabbath Bloody Sabbath. Megatruh yang tidak lama ini diberi kepercayaan oleh pihak Deathrockstar untuk mewakili  Indonesia dalam Music Alliance Pact rupanya menjadi pusat perhatian para pengunjung yang penasaran akan performa mereka. Membawakan empat materi lagu dengan satu intro yang ciamik, Megatruh sukses mengundang riuh tepuk tangan pengunjung setelah lagu terakhir usai mereka bawakan.

Sabbath Bloody Sabbath mendekati penghujung acara. Ditutup oleh penampilan band Alternative/Post-Rock bernamaHypnotize membuat acara ini berakhir dengan sangat klimaks. Pengaturan sound yang megah dan mewah berhasil mereka suguhkan pada malam itu. Dipercaya menutup malam perayaan Hallowen di Reka Records, Hypnotize benar-benar menyempurnakan malam acara Sabbath Bloody Sabbath yang begitu menyenangkan dan meriah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s