Naropal Araca; Telepop #7 At Komika Cafe

Setelah berlibur cukup panjang selama dua tahun lamanya, akhirnya Telepop yang kini telah menginjakkan kaki pada edisi tujuh kembali diselenggarakan pada hari Sabtu (29/5) di Komika Café. Telepop merupakan salah satu acara yang paling ditunggu para penikmat musik kota Malang yang  lahir pertama kali pada tahun 2005 silam. Sejak pertama kali dihelat, acara Telepop selalu memiliki tema yang diusung dan kali ini Telepop #7 mengusung tema television. Acara yang berlangsung mulai sore hingga malam ini sukses digelar dengan begitu hangat dan intim. Akan tetapi ada beberapa hal yang saya sayangkan terjadi di acara Telepop edisi ketujuh. Namun hal tersebut bukan masalah besar dan tidak mengurangi kemeriahan acara Telepop selama berlangsung hingga usai.

Sedikit tentang Telepop…..

Awal kisahnya, Telepop adalah ide yang dicetuskan oleh beberapa pemuda asal kota Malang, tepatnya pada 2005 silam acara bertajuk Telepop pertama kali diselenggarakan. Menurut kisah yang saya dengar dari beberapa teman dan orang-orang yang pernah terlibat dan menjadi bagian dari acara Telepop. Acara ini awalnya hanyalah ajang sebagai bersenang-senang bersama dengan para teman, penggiat, pelaku dan penikmat musik yang memiliki kesamaan jenis dan selera musik yang mereka mainkan atau bahkan dengarkan.

Kemudian Telepop terus beranjak pada edisi-edisi selanjutnya. Hingga kemudian Telepop terus berkembang dan mampu mengkolaborasikan penampilan band-band yang menurut mereka (panitia) aksi panggungnya patut untuk ditunggu dan dirindukan. Aksi yang patut ditunggu maksudnya adalah mereka para band yang sedang hangat menjadi perbincangan, dimana karyanya mampu memantik perhatian para panitia dan penikmat musik khususnya di kota Malang.

Mereka yang aksi panggungnya dirindukan merupakan mereka para pelaku musik yang memiliki sejarah perjalanan panjang di skena lokal kota Malang untuk ditampilkan kembali pada atmosfir gig bernama Telepop. Jadi, Telepop memberikan kesempatan untuk para band baru untuk menunjukkan aksi dan juga karya mereka sekaligus menjadi tempat untuk kelompok musik yang memiliki perjalanan musik yang cukup panjang di skena musik kota Malang untuk kembali bernostalgia dengan personil dan penontonnya dalam suasana hangat nan rapat ala gig Telepop. Hingga pada perkembangannya acara ini menjadi salah satu acara yang selalu dinanti dan patut diantisipasi para penikmat musik di kota Malang.

Regenerasi pada tubuh Telepop…

Waktu berjalan begitu cepat tanpa mengenal kata kompromi, hingga pada waktunya para penggagas acara Telepop mulai memiliki kesibukannya masing-masing. Kebanyakan diantara mereka telah membina rumah tangga, bekerja dan kegiatan lainnya sehingga kecil kemungkinan untuk mereka meluangkan banyak waktu dan pikiran untuk kembali melanjutkan eksistensi Telepop .

Di saat inilah munculah inisiatif beberapa pemuda yang dulunya menjadi penikmat dan penonton acara Telepop ketika mereka masih berseragam sekolah untuk melanjutkan dan mempertahankan eksistensi acara Telepop. Mereka inilah yang sekarang ada di balik suksesnya acara Telepop edisi tujuh. Sebenarnya regenerasi ini sudah tercium tiga tahun lalu saat Telepop edisi keenam digelar di Melvant yang kini sudah menutup gerainya. Namun pada Telepop edisi tujuh ini, regenarasi itu lebih terasa dan terlihat.

Menuju Telepop #7..

Sejatinya kabar tentang akan digelarnya kembali acara Telepop #7 telah berhembus kencang mulai dari bulan Januari silam. Namun karena mengalami beberapa kendala akhirnya acara Telepop #7 baru bisa terealisasikan pada penghujung bulan Mei.

Semenjak awal kabar telepop akan digelar kembali, mulai banyak ekspektasi bermunculan. Salah satunya adalah ketika pertama kali pengumuman berupa video teaser  resmi acara Telepop #7 mulai tersebar di seluruh sudut media sosial. Banyak anggapan jika akan hadir nama Andjoeran Pengoeasa di barisan nama pengisi acara. Anggapan tersebut tentu beralasan, mengingat lagu “Manusia Roman” milik Andjoeran Pengoeasa menjadi soundtrack video teaser Telepop #7.

Kemudian ada juga yang beranggapan jika akan ada banyak band-band yang memang sudah dirindukan akan tampil di acara Telepop tujuh nanti. Harapan untuk melihat para personil dari band terdahulu yang kini sudah sulit dijumpai karena kesibukan masing-masing untuk kembali  ‘reuni’ dan beraksi diatas panggung Telepop #7. Selain itu mereka juga ingin mengulang romantisme masa muda ketika berada ditengah-tengah himpitan penonton acara Telepop sambil bernyanyi mengikuti musik dari band yang mereka sukai.

Flyer acara Telepop #7 diluncurkan…

Ketika flyer resmi diluncurkan, terjawablah ekspektasi-ekspektasi yang bermunculan. Tidak ada nama Andjoeran Pengoeasa dibarisan sebelas nama pengisi acara Telepop #7. Hanya ada nama Banana Co (and Friends) yang mewakili nama-nama yang diprediksi akan bereuni di acara Telepop #7.

Banana Co sendiri adalah salah satu band yang memiliki sejarah yang cukup panjang di skenal lokal kota Malang dan turut andil dalam acara Telepop saat pertama kali digelar. Namun kembali karena kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, kini keberadaan mereka sudah sulit untuk “ditemukan”.

Namun ketika saya bertanya pada tim Telepop perihal ekspektasi yang bermunculan, mereka berkata jika memang  mereka berencana melibatkan Andjoeran Pengoeasa untuk tampil di perhelatan Telepop #7. Namun karena beberapa kendala dari beberapa personil yang membuat Andjoeran Pengoeasa tidak memungkinkan untuk main.

Kemudian ada nama The Morning After yang dipastikan akan tampil. The Morning After sendiri merupakan band yang sudah cukup dikenal di skena musik lokal hingga kancah musik nasional. Sempat lama menghilang, kemudian belakangan ini muncul kembali dan mulai menghiasi panggung-panggung acara di kota Malang. Karya-karya The Morning After sudah sangat dikenal di kalangan penikmat musik di kota Malang. Namun jika berbicara mengenai Telepop, ini adalah pertama kalinya The Morning After menjadi pengisi acara di acara Telepop.

Kemudian trio Aku Lagi Tour yang kembali berpartisipasi di acara Telepop edisi tujuh. Mereka adalah  Young Savages, Frank, dan Megatruh. Sebelumnya, mereka juga pernah tampil pada perhelatan Telepop #6.

Juga hadir nama-nama yang sedang hangat di skena musik kota Malang yang akan menjalani debut mereka di acara Telepop. Mereka antara lain Jenar, Much, Coldiac, Folkapolka, Chamomile dan I’m Sorry I’m Lost.

H-1 acara Telepop #7…

Ada kabar kurang sedap diumumkan oleh pihak Telepop sehari sebelum acara Telepop #7 digelar. Berita tersebut mengabarkan jika The Morning After tiba-tiba batal untuk tampil di acara Telepop #7 karena vokalis mereka yang mendadak sakit. Hal tersebut tentu membuat kecewa banyak pihak yang  berharap bisa menikmati The Morning After di suasana gig yang hangat dan intim. Waktu juga tidak memungkinkan bagi pihak panitia Telepop untuk mencari pengganti penampil The Morning After.

Telepop #7 digelar..

Cuaca hari itu (29/5) begitu menenangkan. Pagi yang cerah, sore yang indah dan malam yang menyenangkan. Acara Telepop  #7 sepertinya telah mengantongi ijin semesta. Beberapa berita tentang akan digelarnya acara Telepop #7 di Komika Café juga sudah banyak menghiasi timeline media sosial.

Saat itu saya menyesal karena datang terlambat, sehingga melewatkan beberapa penampilan pengisi acara.  Mereka yang saya lewatkan adalah penampilan Folkapolka yang dipercaya  untuk membuka acara Telepop #7, kemudian penampilan Chamomile yang merupakan unit musik berformat akustik pendatang baru, dan juga penampilan unit garage rock, FRANK!.

Saya datang sekitar pukul setengah tujuh malam. Sebelum memasuki arena gig Telepop #7, saya menyempatkan menyapa salah satu kolega yang sedang membuka lapak dan menjual berbagai rilisan band lokal dan juga marchendise Telepop #7. Disebelahnya ada beberapa pemuda yang masih asing bagi saya sedang sibuk melayani pengunjung yang hendak membeli tiket acara Telepop #7. Tiket yang dibandrol dengan harga lima belas ribu rupiah tersebut merupakan syarat bagi orang-orang yang berniat masuk dan menikmati acara Telepop #7.

Lima menit menyapa, suara MC yang begitu nyaring mempersembahkan sebuah nama band yang akan tampil. Ternyata Young Savages sudah siap untuk memulai aksinya. Saya pun langsung berpamitan untuk masuk ke arena Telepop #7.

Pintu masuk berbentuk tirai berwarna merah langsung saya buka, saat itu area penonton sudah terlihat penuh dan lumayan sesak. Pandangan saya langsung tertuju pada beberapa orang disekitar. Ternyata sudah banyak kolega yang datang dan memadati area akses pintu keluar yang tidak jauh dari panggung Telepop #7. Setelah selesai menyapa dan sedikit mengusik kolega yang sedang khusyuk menikmati penampilan Young Savages, saya pun langsung turut menikmati penampilannya.

Malam itu Young Savages sungguh tampil prima. Seperti biasa, Adin sang vokalis terlihat sedikit gugup untuk memulai sapaan kepada penonton setelah membawakan lagu pertama. Jujur saja, malam itu saya sedikit terganggu dengan suara bass Nanda Gupar yang terlalu mendominasi. Namun hal tersebut sepertinya tidak terlalu dipedulikan penonton lainnya yang nampak nikmat mengikuti  setiap lagu yang dibawakan oleh Young Savages.

Setelah Young Savages menutup penampilannya dengan lagu berjudul “Night Fall” saya langsung berjalan mengelilingi area penonton Telepop #7 yang cukup luas. Menyapa teman-teman yang mulai tadi terlihat dari kejauhan dan sekedar bertanya mulai pukul berapa mereka datang. Sambil menunggu penampilan selanjutnya, saya pun bertanya ke beberapa teman yang mengaku sudah datang mulai awal tentang bagaimana penampilan dan performa band yang telah saya lewatkan.

Menurut pengakuan salah satu teman saya, Folkapolka mengawali acara Telepop #7 begitu meyakinkan. Chamomile pun tidak kalah meyakinkan, hingga membuat teman saya yang mengaku baru pertama menikmati musik Chamomile kagum dengan penampilan mereka. Begitu juga denga FRANK! yang masih tetap bertenaga sebagai band pengusung musik garage rock.

Setelah berbincang ngalor-ngidul bersama beberapa teman, MC berambut keriting yang hampir menutupi sebagian besar kepalanya kembali berteriak pertanda band selanjutnya siap untuk tampil. Mereka adalah MUCH.

Malam itu ada yang aneh dengan formasi MUCH. Saya tidak melihat seorang Anggi yang biasanya malu-malu menyapa untuk memulai bernyanyi bersama Dandy. Kemudian posisi bass juga dipercayakan kepada Iyok yang merupakan drummer FRANK! dan juga gitaris band Shewn. Hal tersebut membuat saya langsung bertanya pada teman yang tepat berdiri di sebelah saya yang juga mengaku kaget melihat formasi MUCH yang hanya meninggalkan Dandy sebagai vocal sekaligus pemain gitar, Risang pada gitar dan Pandu sebagai penggebuk drum.

Benar yang saya takutkan. Malam itu performa MUCH jauh dari yang saya harapkan. Meski dari segi sound masih bisa dibilang jauh dari kata mengecewakan, akan tetapi Iyok terlihat seperti  tidak siap untuk mengemban tugas menjadi bassist MUCH. Beberapa kali Iyok terlihat salah dan bahkan terlihat seperti lupa nada yang harus dimainkan. Hal tersebut membuat saya semakin bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada personil MUCH yang lain. Namun penampilan MUCH malam itu tidak mengurangi semangat penonton untuk melakukan stage diving.

Setelah menyelesaikan penampilannya, saya langsung bertanya pada salah satu personil MUCH perihal kemana perginya Anggi dan Vino yang meninggalkan posisi vokal dan bass. Ternyata mereka berdua berhalangan hadir karena Anggi kebetulan sedang berada di luar kota dan Vino memiliki urusan yang tidak bisa ditinggalkan.

Di depan panggung Santos yang merupakan pemandu acara Telepop #7 kembali bertugas dan menghampiri setiap pengunjung untuk meberikan komentar perihal acara Telepop #7.

Malam itu begitu cerah, dari dalam area acara Telepop #7 kita bisa melihat atap yang terbuka berhias bintang yang bertaburan. Sungguh malam yang sempurna. Panggung Telepop #7 beratapkan langit  dengan malam yang penuh bintang.

Kemudian saya mengamati hiasan pada bagian kanan dan kiri panggung yang berbentuk tabung televisi terbuat dari kardus yang ditumpuk berjajar keatas. Pada setiap kotak yang berbentuk televisi tersebut didalamnya terdapat lampu dengan layar kertas bertuliskan nama-nama band yang beraksi di acara Telepop #7. Sehingga ketika lampu didalam kardus itu menyala, tulisan nama band tersebut bisa terbaca jelas layaknya tulisan pada layar kaca televisi.

Coldiac sudah bersiap diatas panggung ketika saya sedang  sibuk mengamati dekorasi Telepop #7 yang cukup meriah. Coldiac dulunya adalah band yang bernama Piratez. Selain merubah nama, jenis musik mereka pun berubah derastis.  Saya sendiri baru mengenal Coldiac lewat video lirik untuk singel terbaru mereka berjudul “Heartbreaker”. Band yang menurut saya memang memiliki kualitas bermusik yang cukup mumpuni.

Coldiac memulai aksi mereka. Penampilan mereka begitu mengesankan. Coldiac tidak lagi terdengar seganas Piratez. Kini mereka memainkan musik pop beraroma funk dan sedikit permainan musik elektronik. Musik yang (sepertinya) akrab ditelinga anak masa kini. Banyak yang berpendapat jika Coldiac memiliki kesamaan jenis musik yang dimainkan oleh band seperti The 1975.

Ada yang menarik perhatian saya ketika seseorang yang berada tepat di depan saya terlihat begitu menikmati aksi Coldiac tiba-tiba bertanya pada teman yang ada di sebelah saya yang juga sedang menikmati Coldiac mengalunkan singel berjudul “Heartbreaker”. Orang itu bertanya “ini Young Savages ya?”.

Hal tersebut membuat saya berpikir jika Telepop telah berhasil mengundang penikmat musik baru yang tengah mencari tahu keberadaan band-band di kota Malang. Sebagai penonton dan penikmat yang baik, teman saya langsung menjelaskan jika penampil tersebut adalah Coldiac dan diikuti penjelasan sejarah singkat tentang band tersebut. Meski terdengar penjelasan yang sederhana, setidaknya apa yang dilakukan teman saya bisa dibilang terpuji. Mereka berdua akhirnya berkenalan dan menikmati acara bersama. Menambah kawan baru pada acara musik adalah hal yang menyenangkan.

Saya kembali mengamati orang-orang disekitar ketika Santos selaku pembawa acara sibuk menjelaskan tentang acara Telepop. Terlihat beberapa orang yang menjadi otak dibalik terbentuknya acara Telepop  mulai  berdatangan dan berkumpul di sisi sebelah kanan panggung. Beberapa musisi-musisi yang pernah terlibat dan menjadi saksi sejarah perjalan Telepop juga hadir berkumpul. Mereka terlihat seperti teman akrab yang sudah lama tidak berjumpa.

Jenar nampak telah bersiap di atas panggung. Barisan depan panggung semakin rapat. Saya masih menikmati segelas ramuan setan pemberian teman. Tanpa salam pembuka dan basa-basi, Jenar langsung beraksi membawakan materi-materi mereka yang ada dalam debut album bertajuk Fase. Band alternatif rock yang kental dengan aroma ambient dan pemanis post-rock ini memang hampir tidak pernah tampil mengecewakan. Beberapa kali saya melihat performa Jenar, mereka selalu mampu membawa penikmatnya meresap bersama setiap materi yang mereka bawakan.

Setelah Jenar tampil begitu meyakinkan, tiba-tiba saja area panggung Telepop #7 menjadi gelap. Lampu yang tadinya menyala di belakang panggung mengitari gambar yang dihasilkan oleh proyektor tiba-tiba mati. Ternyata ini adalah bagian dari rencana band post rock anyar sebagai kode jika mereka adalah penampil selanjutnya, I’m Sorry I’m Lost atau biasa disingkat ISIL.

Satu persatu personil ISIL mulai mempersiapkan diri disambut hiruk pikuk penonton. Meski masih dibilang baru,ISIL sebenarnya dihuni oleh beberapa pemuda yang sudah tidak asing lagi di skena musik lokal kota Malang. Rizki sang gitaris adalah seorang personil band Pop Punk, Bonuspack. Rizza sang bassist yang juga lebih dikenal sebagai gitaris band garage bernama Kobra yang beberapa waktu lalu mengabarkan jika band tersebut akan menjalani masa hibernasi karena mundurnya sang vokalis. Leo yang menjadi penggebuk drum juga sampai saat ini masih aktif di band Gang Holiday. Ananda Khrisna sendiri yang mengemban peran sebagai guitar leader di ISIL juga pernah menjadi bagian dari band post rock yang cukup dikenal di kota Malang, yakni You Know You Right.

Rizki sempat mengalami gangguan teknis pada gitarnya di lagu pertama. Namun, ISIL mampu melanjutkan performa mereka dengan maksimal pada lagu-lagu selanjutnya. Materi berjudul “I Hate You And Your Drama” yang konon akan mereka lepas melalui media internet dalam waktu dekat juga dibawakan begitu berwibawa.

Akhirnya salah satu band yang paling ditunggu dan dirindukan bersiap, Banana Co (and friends). Beberapa penikmat dan pelaku musik atau rekan seperjuangan Banana Co mulai maju kedepan panggung bersama. Tidak lupa vokalis Banana Co memberikan salam sebelum memulai penampilan perdana mereka setelah sekian lama undur diri dari dunia musik. Mereka menjelaskan jika pekerjaan dan jarak memang menjadi penyebab Banana Co undur diri sekian lama dari dunia musik.

Banana Co merupakan unit power pop yang berasal dari kota Malang. Mereka sendiri juga memiliki album bertajuk Langkah Pagi yang pada malam itu bisa didapatkan di satu-satunya lapak yang berada di depan pintu masuk acara Telepop #7. Ditengah penampilannya, vokalis Banana Co sedikit bercerita tentang sejarah dan kenangan acara Telepop. Hingga alasan mengapa ada penambahan kata ‘and friends’ pada nama Banana Co. Ternyata memang malam itu mereka dibantu oleh teman-teman yang memang dulu rekan seperjuangan sesama pelaku musik.

Suasana makin memanas ketika lagu berjudul “Desember Akhir” mereka mainkan. Penonton yang sudah tidak bisa dikatakan muda ini malah mengalahkan tenaga para penonton yang benar-benar disebut masih muda. Mereka bernyanyi, melompat, tertawa dan menari tanpa henti. Hal tersebut membuat saya berpikir betapa manisnya atmosfir acara Telepop di era mereka. Dan betapa bahagianya para pelaku musik di era mereka ketika melihat semangat dan energi penonton seperti ini. Penonton selalu ikut bernyanyi selantang mungkin mengikuti setiap lirik yang dinyanyikan oleh vokalis Banana Co dengan diiringi senyuman dan lompatan. Malam itu mereka semua tampak kembali muda dan bahkan mengalahkan jiwa muda kami.

Tidak terasa acara Telepop #7 telah sampai pada penghujunga acara. Megatruh dipercaya mengakhiri sekaligus menutup acara Telepop #7. Beberapa waktu lalu Megatruh melepas singel berjudul “Lokakarya Lupa” yang bisa diunduh secara bebas disini. Singel tersebut juga menjadi lagu pembuka penampilan Megatruh di acara Telepop #7. Malam itu Megatruh juga tampak menambahkan tenaga personil pada posisi gitar yang diisi oleh Ken Baruna. Penampilan mereka cukup memuaskan dan penuh gairah. Hanya saja Kidung terlalu malu untuk bebicara lantang, sehingga apa yang ingin dia sampaikan perihal lagu yang dibawakan atau sekedar salam sapa sedikit terdengar samar untuk saya. Penonton semakin liar dan menggila ketika lagu “Wahana Bumi Megatruh” dibawakan sekaligus menjadi salam penutup dari Megatruh.

Telepop #7 pun telah usai, saya kembali mengamati sekeliling. Raut wajah bahagia penonton terpancar setelah menikmati acara Telepop #7. Santos berteriak “Terima kasih untuk semuanya dan sampai jumpa di Telepop #8”. Janji yang mesti ditepati!!!, pikirku saat itu. Hahaha..

Telepop #7 selesai…

Setelah selesai dan penonton mulai meninggalkan area Telepop #7 dengan raut wajah bahagia. Saya masih menyempatkan diri untuk tetap tinggal dan menyumbangkan sedikit tenaga untuk membantu teman-teman saat itu. Pada saat inilah saya melihat banyaknya wajah-wajah baru yang ada dibalik suksesnya pergelaran acara Telepop #7 saling bahu-membahu merapikan tempat acara dan sound.

Beberapa teman-teman musisi yang terlibat di acara Telepop #7 juga masih banyak terlihat untuk membantu merapikan alat untuk segera dikembalikan. Kemudian setelah itu ada sesi makan bersama dengan panitia dan juga teman-teman yang telah membantu kelancaran Telepop #7. Teman-teman baru tanpa malu juga turut berbaur. Perayaan sederhana dengan sebungkus nasi kotak diiringi tawa canda dan senyum bahagia menghiasi wajah yang terlihat lelah.  Terima kasih dan selamat untuk kalian semua atas kelancaran serta kebahagiaan yang kalian berikan pada acara Telepop #7….

 

Semenjak sukses dihelat pada edisi pertama hingga edisi ketujuh, Telepop hinggga saat ini  sudah menjadi salah satu acara yang paling ditunggu. Karena Telepop bisa dikatakan merupakan salah satu acara bersejarah  yang  telah merekam jejak band-band berbagai aliran musik yang lahir di kota Malang.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s