Ulasan Rilisan; Coldiac – Heartbreaker

Semenjak memutuskan untuk mengganti nama menjadi Coldiac, saya sudah berprasangka jika akan ada perubahan besar yang akan terjadi pada band yang dulunya beranama Piratez ini. Ternyata tebakan saya benar, band yang pernah melahirkan album penuh self-titled ketika masih bernama Piratez ini benar-benar merombak total musik mereka.

kira-kira sekitar tujuh bulan lalu, berawal dari video lirik debut single  berjudul “Heartbreaker” yang mereka luncurkan sudah bisa menggambarkan bagaimana mereka telah merombak total gaya musiknya. Jika sebelumnya Piratez adalah sekumpulan pria yang terlihat dan terdengar kental dengan atribut musik rock, kini dengan nama Coldiac mereka telah berubah menjadi lima pria casual dengan balutan musik indie rock berbumbu irama musik funk-pop.

Berbagai spekulasi bermunculan ketika “Heartbreaker” diluncurkan. Ada yang mengatakan pengaruh band asal Inggris bernama The 1975 banyak mempengaruhi gaya bermusik Coldiac. Saya sendiri saat itu tidak terlalu mengikuti band tersebut. Namun ketika seorang teman berbaik hati mempresentasikan beberapa lagu The 1975 yang saat itu konon sedang hangat mengisi playlist pemuda-pemudi kota ini, saya pun tidak bisa membantah jika memang ada semacam hubungan darah antara musik The 1975 dan Coldiac.

Berjalannya waktu Coldiac semakin menunjukkan eskistensinya. Dimulai dengan mengunggah tayangan live studio session, penampilan live, hingga segala bentuk kegiatan mereka yang dikemas apik dalam bentuk audio visual bernama ColdiacTV, menunjukkan bagaimana keseriusan mereka untuk mengenalkan karya-karyanya secara luas.

Debut Album bertajuk Heartbreaker akhirnya resmi mereka lahirkan. Sebelumnya, saya sempat sekali menikmati aksi panggung Coldiac ketika mereka menjadi salah satu penampil di acara Telepop edisi 7. Setelahnya saya langsung menyimpulkan jika Coldiac akan mampu membawa ranah musik indie rock lebih berwarna dan menyenangkan. Belum lagi teaser album yang mereka unggah beberapa hari sebelum peluncuran debut album menampilkan visual yang begitu apik dan semakin membuat penasaran bagaimana materi yang terkandung dalam Heartbreaker nanti.

Beberapa hari setelah resmi diluncurkan, saya baru mendapatkan CD Heartbreaker. Berbagai pujian sudah banyak dilayangkan dari orang-orang yang telah memilikinya terlebih dulu. Sampul album berwarna kuning terang membuat album ini semakin mencuri penasaran untuk memutar album yang sudah terlebih dulu saya tasbihkan akan menjadi album indie rock penutup tahun yang paling menyenangkan tanpa harus mendengarkan keseluruhannya.

Dibuka oleh instrumen lagu dengan balutan suara sampler yang begitu tenang dan mengambang dengan imbuhan isian gitar yang kental permainan funk-nya.

Album ini memang terdengar begitu segar dan menyenangkan. Namun jujur, ekspektasi yang terlebih dulu saya sematkan masih jauh dari kata klimaks. Beberapa isian gitar terkadang begitu terdengar monoton dan membosankan, mungkin karena memang terlalu banyak mengambil porsi di seluruh bagian lagu. Entah mengapa saya juga kurang bisa menikmati suara vokal yang seakan memiliki luas ruangannya sendiri. Mereka seperti memilih menikmati memainkan instrumennya di ruangan terpisah dan terkesan sendiri-sendiri.

Untuk ukuran sebuah band, porsi lagu dengan penggunaan sampler sepertinya akan jauh lebih menarik jika mereka kurangi dominasinya. Namun selain “Heartbreaker” yang notabenya menjadi single pertama yang mereka perkenalkan, materi berjudul “Look Around” dengan imbuhan irama saxophone yang terdengar jazzy, dan “Take You Out” dan “That Was You” sudah cukup bisa membuat para gadis melepas simpul rambut dan memulai tariannya.

Sayangnya butuh tenaga ekstra untuk membaca lirik dan mengikuti Coldiac bernyanyi. Karena selain lirik yang tidak dibuat berurutan sesuai urutan lagu, penggunaan font lirik terlampau susah untuk dibaca dengan peletakkan antara artwork, lirik, dan judul lagu yang sedikit membingungkan. Namun beruntung aksen vokal masih terdengar jelas untuk bisa mengerti bagian lirik mana yang sedang mereka nyanyikan.

Album Heartbreaker memiliki kadar musik indie rock, funk, pop, dengan tambahan sedikit irama jazz, hingga sedikit sentuhan alternatif rock yang sudah cukup pas. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, melalui debut albumnya Coldiac sudah menawarkan dan memberikan angin segar di ranah musik indie rock kota Malang. Jika album ini belum bisa dikatakan album penutup tahun yang manis, setidaknya debut album ini telah menunjukkan jika kualitas musik Coldiac yang memang harus diakui. Saya sendiri masih menantikan apa yang akan mereka tawarkan selanjutnya, tentu dengan harapan mereka tidak akan merombak total kembali musiknya apalagi merubah haluan nuansa musiknya (lagi).

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s