Beeswax

Beeswax merupakan projek ego dari seorang Bagas Yudhiswa yang sampai saat ini masih menjadi gitaris dari band Megatruh dan Dracula Omnivora. Melalui Beeswax, Bagas mencurahkan isi dalam kepala dan perasaannya dengan mengusung musik rock alternatif dengan aroma 90’s Midwest Emo. Band seperti  Braid, Yuck, Mock Orange, hingga American Football, memiliki pengaruh besar pada musik Beeswax.

2014 – 2015

Beeswax muncul pertama kalinya dengan mini album bertajuk First Step yang dirilis oleh Haum Entertainment, tepatnya pada 16 November 2014.

First Step berisi 6 materi yang dikerjakan seorang diri oleh seorang Bagas Yudhiswa. Beeswax muncul di saat musik yang mereka usung sedang digandrungi kebanyakann remaja seusia Bagas. Hal tersebut membuat  mini album Beeswax mendapat perhatian dengan kurun waktu yang begitu cepat.

Butuh waktu bagi Beeswax resmi menunjukkan diri  ke khalayak umum. Akhirnya di awal tahun 2015, Bagas Yudhiswa mengajak beberapa rekan untuk menemaninya mengisi beberapa posisi dalam Beeswax. Mereka antara lain Iyok (Frank!, Spotlight Tonight), Putra (Frank!), dan Yayan (Folkapolka, ex Megatruh).

Menemukan formasi lengkap memecut semangat Beeswax untuk kembali menggarap materi untuk album anyar.

Pada 29 April 2015, Beeswax melakukan live studio session dengan membawakan single terbaru berjudul “Buried”.  Periode ini pula Beeswax mulai muncul tampil di berbagai acara.

Sekitar bulan September 2015, melalui akun instagram Beeswax, mereka mengunggah beberapa postingan potongan-potongan lagu untuk album baru.

15 Oktober 2015, Beeswax resmi memperkenalkan single terbaru berjudul “Start The Line, Break It All” yang rencananya akan menjadi salah satu lagu dari 10 materi di debut album penuh mereka. Melalui single ini, Beeswax semakin menarik banyak perhatian dari penikmat maupun media musik.

Akhir bulan Oktober 2015, Beeswax mengumumkan jika debut album penuhnya akan bekerja sama dengan label Barongsai Records. Beeswax kembali meluncurkan single  terbaru kedua berjudul “The Most Phatetic One On Planet” pada 15 November 2015. Dua hari setelahnya Barongsai Records mengumumkan perilisan album baru Beeswax bertajuk Growing Up Late melalui itunes.

Debut album penuh Growing Up Late berisi 10 track dimana proses rekaman album baru ini sama seperti penggarapan mini album First Step. Beeswax menggarapanya secara mandiri, begitu pula proses mixing dan mastering yang langsung ditangani oleh Bagas dan Yayan. Namun bedanya kini Bagas sudah memiliki personil lengkap untuk mengisi setiap instrumennya. Menariknya hampir semua personil turut berkontribusi pada bagian vokal di album ini.

Growing Up Late lagi-lagi mendapat respon positif dari berbagai penikmat, penggiat, hingga media.  13 Desember 2015, Barongsai Records mengumumkan merilis Growing Up Late dalam medium kaset.

2016-2017

Pada 5 Januari 2016, Beeswax melayangkan kritik terhadap pembangunan hotel yang mengesampingkan keberadaan Mata Air Gemulo di Kota Batu Malang dengan meluncurkan sebuah single baru berjudul “Wellspring” melalui kanal soundcloud mereka.

Single ketiga yang diambil dari album Growing Up Late berjudul “Bleed” diluncurkan pada 23 Januri 2016. Beeswax sepertinya tidak ada habisnya menjadi perhatian penikmat musik emo yang semakin memanas di kancah musik Indonesia. Beeswax mulai rajin menghiasi acara demi acara dari dalam hingga luar kota. Lagu-lagu Beeswax juga menghiasi tangga lagu di beberapa radio nasional. Rilisan Growing Up Late pun ludes dalam waktu cepat.

Masih hangat menjadi bahan perbincangan, Beeswax lagi-lagi memberikan kejutan dengan meluncurkan beberapa single terbaru berjudul dalam format demo version. Beberapa lagu tersebut antara lain “The Wooden Bench”, “refugee”, dan “Fix”.

Beeswax semakin menunjukkan taji mereka dengan menjadi bagian dari festival musik urban yang dipromotori oleh Ismaya Live bernama We The Fest di Jakarta. We The Fest akan diselenggarakan selama 2 hari (13 dan 14 Agustus 2016) di area Parkir Timur Senayan, Jakarta, dengan menghadirkan beberapa artis ternama nasional hingga mancanegara. Sebut saja Barasuara, Kelompok Penerbang Roket, Sheila On 7, Macklemore & Ryan Lewis, Mark Ronson, The 1975, hingga The Temper Trap.

Beeswax sendiri berhasil menjadi bagian We The Fest 2016 setelah berhasil mencuri perhatian di kompetisi Submit Your Band Showdown yang diselenggarakan oleh pihak We The Fest. Beeswax tentu tidak sendiri, tiga band lainnya  yang juga mengikuti kompetisi Submit Your Band Showdown juga akan menemani Beeswax yang rencananya akan tampil di Another Stage. Mereka adalah Hello Benji & The Cobra, Westjam Nation, dan Pijar.

Ada kisah menarik dari Beeswax sebelum mereka berhasil menjadi bagian dari Festival besar bertajuk We The Fest 2016. Awalnya Beeswax tidak berhasil lolos meskipun saat sistem voting melalui official account instagram resmi We The Fest mereka mendapatkan respons yang begitu luar biasa.

Sampai pada akhirnya pihak De Majors menghubungi manajer Beeswax dan memberikan undangan untuk mereka bisa tampil di We The Fest 2016.

Majalah Rolling Stone Indonesia sendiri menasbihkan Beeswax  sebagai salah satu dari 15 artis yang wajib tonton di We The Fest 2016.

“Beeswax adalah salah satu aksi terbaik dari kancah emo Malang yang tengah berkembang. Bagi Anda yang merindukan kejayaan kancah emo di tahun ’90-an hingga awal 2000-an, menyasikan Beeswax pada perhelatan We The Fest 2016 mungkin dapat kembali membawa kenangan Anda pada nama-nama seperti Sunny Day Real Estate, Elliot, Mineral, atau mungkin American Football.” Ujar Rolling Stones Indonesia.

13 Agustus 2016, single anyar Beeswax  berjudul “Wellspring” masuk ke dalam kompilasi Midwest emo Asia bertajuk Emotion, No. Kompilasi ini bertujuan merekam gairah musik emo yang kian generasi kian berkembang, entah dari segi referensi hingga gaya musik yang dimainkannya.

Konon kompilasi ini terwujud akibat single anyar Beeswax bertajuk “Wellspring” mampu menarik perhatian Sweaty & Cramped dan Qii Snacks Records, sehingga mereka tertarik untuk merangkum band di ranah musik emo seluruh Asia. Pada kompilasi ini Beeswax merupakan satu-satunya band yang mewakili Indonesia.

Pada 23 September 2016, Beeswax meluncurkan video klip untuk single pertama di album Growing Up Late yakni “Start The Line, Break It All” yang dibuat oleh seorang videographer asal Bandung, Permana Hidayat.

Diskografi:

EP;

First Step, 2014. Via Haum Entertainment. (compact disc)

Album;

Growin Up Late, 2015. Via Barongsai Records. (cassette)

Singles;

Start The Line, Break It All, 2015.

The Most Phatetic One On Planet. 2015.

Wellspring, 2016.

Bleed, 2016.

Kompilasi;

Emotion, No. 2016

Anggota:

Bagas Yudhiswa – Vokal & Gitar

Reaveizal – Gitar & Vokal

Putra – Bass & Vokal

Yayan – Drum

Sumber Referensi:

Beeswax, Sisi Kelam Dari Seorang Bagas Yudhiswa. Haum Entertainment. 2014.

Review; Beeswax – Growing Up Late. Sub Of Asia. 2015.

‘Growing Up Late’, Album Debut Beeswax Yang Menjanjikan‏. Kanaltigapuluh. 2015.

Barongsai Records Rilis Album Kuartet Emo Malang. Portalmusik Malang. 2015.

Mid-West Emo Malang Beeswax, Bocorkan Materi Album Perdana. Djarumcoklat. 2015.

5 Kota Alternatif Penyedia Musik Keren. Qubicle. 2016.

Interview Beeswax. Deathrockstar. 2016.

We The Fest 2016; DeMajors Tampilkan Artisnya di Another Stage. Indonesiashow. 2016.

Beeswax Akan Segera Merilis Video Klip Start The Line, Break It All. Provoke Online. 2016.

Beeswax Merilis Video Klip Pertama Mereka Untuk Lagu Start The Line, Break It All. Berisik Radio. 2016.

Perjalanan Berliku Beeswax Menuju We The Fest 2016. Hai Online. 2016.

15 Artis Wajib Tonton di We The Fest 2016. Rolling Stone Indonesia. 2016.

Kompilasi Midwest Emo Asia ‘Emotion, No’ Yang Dimulai Dari Beeswax. Weztrenative. 2016.

Majalah Rolling Stone Indonesia Edisi 137; Scene N’ Heard. 2016.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s