Sesi Obrolan Bersama Take This Life, Meretas Mini Album Terbaru Hingga Kabar Vakum

takethislife
Flyer acara perilisan Numbers Part 2 [Days] bertajuk; Live and Down
12 tahun bukanlah perjalanan yang singkat untuk sebuah band. Apalagi mempertahankan konsisten untuk terus melahirkan karya disela padatnya kesibukan di luar aktifitas bermusik tentu bukan perkara yang mudah. Unit Mathcore kota Malang, Take This Life, yang tahun ini genap berusia 12 tahun telah memastikan akan melahirkan mini album terbaru bertajuk Numbers Part 2 [Days]. Sayangnya, kabar gembira tersebut harus dibarengi kabar kurang sedap lainnya.

Bebeberapa hari belakangan ini kabar kurang sedap muncul mengiringi kabar gembira akan digelarnya pesta perilisan mini album terbaru Take This Life bertajuk Numbers Part 2 [Days]. Kabar kurang sedap tersebut menyebutkan jika acara perilisan yang akan dilangsungkan di Brawijaya Edu Park (Ex Senaputra) pada tanggal 11 Februari 2017 ini akan menjadi penampilan terakhir dari Take This Life.

Kami berkesempatan untuk mengobrol dengan Take This Life mengenai mini album terbaru mereka  dan rencana acara perilisan Numbers Part 2 [Days]. Sekaligus memastikan kebenaran mengenai kabar yang menyebutkan jika acara perilisan bertajuk Live and Done nanti akan menjadi akhir dari kiprah Take This Life selama 12 tahun berkontribusi di skena musik kota Malang.

Simak obrolan ANGSARUKA dengan Take This Life;

Halo Take This Life, sebelumnya selamat atas rencana peluncuran mini album terbaru Numbers Part 2 [Days]!

Halo Angsaruka! Terimakasih

Mengapa memilih untuk melanjutkan mini album dengan tajuk Numbers Part 2? Mengingat kedua mini album kalian Numbers (2015) dan Numbers Part 2 (2017) mengangkat tema yang berbeda. Apa kesinambungannya?

Sebenarnya benang merahnya ada di nomor itu sendiri sih. Numbers yang pertama kami bikin dengan tema nomor secara general. Dan untuk EP Numbers Part 2 [Days] ini temanya adalah tanggal-tanggal dengan peristiwa tertentu. Sebenarnya kepikiran juga untuk memberi nama Days saja, tapi setelah dikonsep lebih jauh dengan tema tanggal tadi, kami rasa masih ada benang merah dengan mini album Numbers yang pertama, apalagi secara musikal juga kami rasa masih menjadi kelanjutan dari apa yang kami tulis di Numbers yang pertama.

Bisa ceritakan tema kesulurahan yang akan kalian angkat pada mini album Numbers Part 2 [Days] ?

Seperti judulnya, mini album Numbers Part 2 [Days] mengangkat hari dimana peristiwa yang cukup signifikan dalam membentuk sejarah Indonesia dalam kurun waktu 10-20 tahun belakangan ini. Kami memilih beberapa peristiwa yang meninggalkan kesan yang agak gelap bagi orang Indonesia. Simpel saja sebenarnya, dengan melihat bahwa kita pernah melalui masa-masa yang cukup kelam dan sampai hari ini kita masih bisa berjalan maju, seharusnya bisa memberi semangat untuk terus berjalan maju, meski kita tidak tahu akan seperti apa jalan di depan.

Dari sekian banyak tragedi yang terjadi, mengapa empat tragedi tersebut yang kalian angkat dalam mini album Numbers Part 2 [Days]? Apakah ada pengalaman langsung dengan tragedi tersebut?

Sebenarnya tidak ada pengalaman langsung. Itu juga kami pilih agar semua yang mendengarkan bisa merasakan hal yang kira-kira sama, karena kita mengalaminya dengan porsi yang sama sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.

Apa yang ingin Take This Life sampaikan melalui mini album Numbers Part 2 [Days]?

Bagaimana kita bisa semangat untuk terus berjalan maju meskipun jalan di depan belum tentu mudah, karena kemarin-kemarin kita sudah melalui masa-masa sulit dan kita bisa terus berjalan maju.

Merujuk pada single terbaru Take This Life berjudul “08032014”, musik kalian kini tidak banyak ‘berhitung’ seperti album-album sebelumnya. Bisa berikan gambaran bagaimana musik pada mini album Numbers Part 2 [Days]?

(tertawa) gitu ya? Memang mungkin perkembangan musikal kita arahnya semakin ke sana, dan memang masih ada sedikit kelanjutan dari Numbers part 1, yang tidak banyak part ganjil, tapi lebih membangun emosi dan suasana.

Mini album baru nanti kabarnya akan dirilis oleh 2 label dalam format yang berbeda? Dengan siapa saja? Dan bagaimana ceritanya kerja sama tersebut terjalin?

Versi CD dikerjakan kawan kami MatixKutu Records dari malang, dan versi kaset dirilis oleh kawan kami dari Jakarta, Svara Records. Untuk MatixKutu memang dari dulu ingin merilis album Take This Life dan baru kali ini kami bisa mengatur untuk rilis dengan mereka. Untuk Svara, memang kami sudah kenal baik dan cukup lama dengan mereka dan dulu juga sering bantu-bantu Take This Life di Malang.

Rencananya Take This Life juga akan merilis ulang debut mini album There’s No Deer In The Forest, apa benar? Ceritakan sedikit tentang album There’s No Deer In The Forest yang nanti akan dirilis ulang tersebut…

Benar. Untuk rilis ulang There’s No Deer In The Forest, awalnya kami mendapat tawaran dari Lights Production untuk rilis ulang dalam format kaset. Karena album ini sebelumnya tidak pernah dirilis kaset, dan versi fisiknya sudah lama habis dan tidak pernah benar-benar kami jual bebas, sepertinya memang perlu untuk dirilis ulang. Dan untuk rilis ulang ini kami tambahkan satu lagu yang tidak kami masukkan di versi asli There’s No Deer in the Forest.

Pada 11 Februari mendatang, Take This Life berencana menggelar pesta perilisan mini album Numbers Part 2 [Days] bertajuk Live and Done di Brawijaya Edu Park (ex Senaputra). Dari pesta perilisan album-album kalian sebelumnya, sepertinya pesta perilisan kali ini akan menjadi pesta yang megah dan besar. Bisa ceritakan bagaimana konsep acaranya?

(Tertawa) Tidak begitu megah dan besar sih. Cuma memang kami ingin mengundang lebih banyak band kawan-kawan biar agak lebih ramai. Dan kebetulan juga dapat tempatnya di sana (Brawijaya Edu Park, ex Senaputra). Tidak ada konsep tertentu, mungkin hanya mulainya agak lebih awal dari acara biasanya. Kalau berminat datang silakan datang dari sore karena sudah banyak band keren yang mulai sore hari.

Kami sempat mendapat kabar tidak sedap jika ini akan menjadi panggung terakhir Take This Life? Apa benar? Kenapa?

Panggung terakhir sampai waktu yang tidak ditentukan, bisa dibilang begitu. Toh, sebelum-sebelumnya kami juga jarang aktif. Mungkin memang perlu berhenti sejenak, memprioritaskan apa yang perlu diprioritaskan, dan mewujudkan rencana-rencana lain. Yang jelas kami tidak menutup kemungkinan kalau suatu hari nanti kami bakal aktif lagi, meski entah kapan.

Jika alasannya karena kesibukan di luar aktifitas bermusik, apakah ini juga akan menjadi panggung terakhir dari para personil Take This Life?

Maksudnya berhenti bermusik? (tertawa) sepertinya nggak juga, beberapa personil juga masih aktif dengan band yang lain, beberapa ingin mewujudkan rencana-rencana lainnya, tapi suatu saat nanti mungkin kami bakal kembali.

Peluncuran mini album ini sekaligus menandai 12 tahun perjalan Take This Life berkontribusi di skena musik kota Malang. Bagaiamana kalian bertahan dan tetap konsisten selama itu dengan terus melahirkan karya/album?

Menurut kami sudah jadi kewajiban sih jika band aktif ya harus ada sesuatu yang dihasilkan, apapun itu. Jadi kita harus terus bikin materi baru dan kebetulan kami terus memiliki ketertarikan secara musikal yang masih sejalur sepanjang 12 tahun ini, meski mungkin juga ada perkembangan dan perbedaan dari jaman awal-awal dulu. Dan kami nggak terlalu ambil pusing juga mau ada yang dengerin atau enggak, mau ada yang nonton atau enggak, selama kami menulis dan memainkan apa yang kami suka, bukan apa yang menurut kami orang bakal suka.

Selama perjalanan 12 tahun ini, album mana yang paling berkesan? Kenapa?

Animus Animalis sih yang jelas. Album itu prosesnya lumayan panjang, semuanya dikerjakan oleh kami sendiri, biaya sendiri, promo sendiri. Dan kami lumayan puas juga dengan hasilnya. Meski jika sekaran didengarkan lagi seperti ada aja yang pengen ditambah-tambah atau dikurang-kurangi.

Sangat disayangkan jika benar kalian memutuskan untuk vakum mengingat musik seperti Take This Life begitu sulit dijumpai di kota Malang atau malah di kancah musik Indonesia, padahal kami pernah mendapat sedikit bocoran jika kalian sudah mengantongi beberapa materi dengan berbagai eksperimen untuk modal album selanjutnya. Apakah ini pertanda jika di masa mendatang Take This Life tidak menutup kemungkinan akan kembali? Atau ada rencana lain seperti projek solo dan yang lainnya?

(tertawa) Suatu saat jika keadaan memang mendukung kami mungkin bakal kembali. Memang sempat ada rencana untuk full album selanjutnya, tapi belum sampai menulis materi sih. Yang jelas kami semua masih ada di sini, masih ada di skena musik, masih ngopi-ngopi di tempat biasa, mungkin kesibukan lain yang tidak memungkinkan untuk konsen penuh dengan Take This Life. Tapi kami juga berharap suatu saat nanti bisa mewujudkan apa yang sekarang belum bisa. Semoga…

Saat panggung terakhir (jika benar) besok ini ketika peluncuran mini album terbaru. Apakah kalian akan menyiapkan momen spesial? Bisa beri kami bocoran momen-momen pada acara perilisan besok yang sudah kalian persiapkan?

(tertawa) Sebenarnya tidak ada yang terlalu spesial. Jika kalian pernah menonton TAKETHISLIFE sebelumnya, kira-kira seperti itulah. Jika belum pernah menonton TAKETHISLIFE, bersiaplah untuk bersenang-senang dan menggila, yang jelas puas-puaskan karena ini mungkin jadi yang terakhir untuk saat ini.

 

Selain Take This Life, pesta perilisan mini album Numbers Part 2 [Days] bertajuk Live and Down yang digelar di Brawijaya Edu Park (Ex Senaputra) pada 11 Februari 2017 ini akan menghadirkan 15 band dari berbagai kota, lintas jenis musik, hingga lintas generasi.

takethislife

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s