Sesi Obrolan Bersama Closure; Unit Post Punk Pendatang Baru Dari Kota Malang

Belakangan ini kota Malang kian banyak melahirkan nama dan wajah-wajah baru bak lumut yang tumbuh subur di musim penguhujan. Mereka muncul satu persatu dengan begitu cepat dan datang dengan keberanian yang begitu tinggi. Banyak dari mereka tiba-tiba saja muncul menawarkan musik yang tidak pernah diprediksi.

‘Perkawinan’ terselubung memang rawan terjadi di kota ini hingga berbuah kelahiran nama baru dengan warna musik yang segar. Sebut saja Much,  The Breakfast Club, Dizzyhead, Moork, Monohero, dan Closure, yang tanpa kenal malu dan begitu berani tiba-tiba  melempar karya mereka ke arena musik di kota Malang. Nama terakhir adalah pendatang baru yang baru saja lahir dari akibat ‘perkawinan’ terselubung beberapa personil band yang juga masih baru di kota Malang.

Closure memang masih baru dan diisi oleh wajah dari generasi baru pula, namun hal tersebut tidak mengurangi keberanian mereka untuk membangkitkan gairah musik yang sudah lama tak bergaung di kota ini. Closure merupakan unit post-punk yang beberapa saat lalu tiba-tiba muncul di acara bertajuk Renjana #6 di Kalampoki Quayhouse.

Awal kemunculan yang cukup mengejutkan dengan membagikan demo CD berisi dua lagu yang dibagikan gratis. Kabar terbaru mengatakan jika Closure baru saja menyepakati kerja sama dengan pihak record label asal Jakarta, O’ Pamela Records untuk perilisan calon mini album terbaru mereka.

Kami berkesempatan untuk mengobrol santai dengan Closure untuk mengetahui lebih dalam tentang mereka dan rencana apa yang sedang mereka persiapkan.

Simak obrolan santai kami dengan Closure…

 

Hai Closure, apa kabar?

Halo, kabar baik dari semua personil, awal tahun yang positif buat kami semua

 

Bisa ceritakan kapan dan bagaimana awal terbentuknya Closure?

Jadi closure ini terbentuknya bulan September 2016, awalnya emang cuma jamming karena bosan tiap hari ngopa-ngopi jadinya nge-jam lagu-lagu pop. Tapi Afif tiba-tiba membuat lick  gitar dan  drummer kami, Si Biting, ngikutin beat-nya. Nah sekilas itu sih kenapa Closure bisa muncul (tertawa).

 

Apa sebenarnya arti dibalik nama Closure? Sedikit mengingatkan kami dengan judul album Joy Division yang penyebutannya hampir bersinggungan, atau memang ada hubungannya?

Wah, sebenernya tidak ada. Nama Closure terlintas begitu saja di pikiran. Dan akhirnya kami beri nama band ini dengan nama closure. Tidak ada hubungannya sama Joy Division.

 

Ketika pada acara Renjana #6 di Kalampoki kemarin kalian membagikan Demo CD  yang berisikan 2 lagu tanpa judul. Bisa ceritakan mengenai dua lagu tersebut?

Untuk “Track 1” bercerita tentang sepasang kekasih yang bimbang akan cinta si wanitanya, untuk “Track 2” bercerita tentang seseorang yang menikmati perjalanannya walaupun sendiri.

 

Demo kalian berisi 2 lagu dengan kualitas rekaman yang cukup apik, sepertinya kalian telah merencankan sesuatu yang lebih serius. Bisa beri kami bocoran mengenai rencana Closure dalam beberapa waktu kedepan?

Jadi timeline kami kedepan bakal rilis EP yang nantinya berisi beberapa lagu, termasuk 2 lagu tanpa judul yang kami rilis di demo kemarin. Semoga terealisasikan segera.

 

Siapa saja band yang mempengaruhi musik dari Closure?

Motorama, Joy Division, Human Tetris, Soviet Soviet, The Sounds, For Against.

 

Beberapa personil Closure sepertinya juga merupakan personil dari band lainnya ya? Silahkan perkenalkan satu persatu personil Closure?

Iya, karena cari personil yang belum punya band udah mulai susah di malang (tertawa). Jadi di vokal ada Dheka alias Dugong (wrist off) , di gitar 1 ada Afif (Shewn), di gitar 2 ada Sabiella (Thunderwraths), kemudian posisi bass ada Axel (Blasting God), dan di drum ada Ikhsan alias Biting (The Coming Backs).

 

Gejolak musik kota Malang belakangan ini semakin bergairah dengan hadirnya beberapa band pendatang baru dan menambah warna jenis musik di kota Malang seperti apa yang Closure  tawarkan, sebagai pendatang baru bagaimana kalian melihat iklim musik di kota Malang sekarang ini?

Wah, iklim positif musik di kota Malang udah mulai bangkit sekarang ini mulai tahun 2014 gairahnya terus naik sampai saat ini, dan menariknya juga sangat diperhitungkan di kota-kota lain. Bahkan sampai ke luar sana. Semoga tahun ini menjadi lebih produktif lagi buat band-band dan musisi Malang.

Rekomendasikan beberapa band-band dari kota Malang…

Write The Future, Beeswax, Shewn, Coldiac, Much, Dizzyhead, Remissa, Frank, Folkapolka, I’m Sorry I’m Lost, Thunderwraths, Larynx.

 

Terakhir, silahkan promosikan segala media sosial atau segala yang berhubungan dengan Closure…

Instagram : closureposts

Bandcamp : closureposts.bandcamp.com

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s