Senandung Tenang Dari Kota Malang

Negeri ini kian bergemuruh. Ledakan kerap meletup dalam berbagai bentuk yang hampir selalu terjadi di jalanan, ruang maya, kolom media cetak, hingga obrolan sudut warung kopi. Positif atau negatif? Tentu saja sudah bisa ditebak mana yang paling banyak kandungannya jika berbicara mengenai apa  yang sedang terjadi belakangan pada Negeri ini.

Bukan tidak ingin peduli, hanya saja muak kerap kali menghampiri ketika diri ini dituntut untuk setiap hari mengkonsumsi hal-hal seperti itu. Menghindar tentu saja pilihan tepat untuk memilih rehat sejenak dari hiruk-pikuk maya ataupun nyata. Berbagai cara bisa dilakukan untuk menenangkan kondisi yang semakin hari kian memanas ini. Berkarya? Mendengarkan lagu? berlibur? Tentu saja kalian bebas memilih. Namun mendengarkan lagu mungkin menjadi langkah paling sederhana yang bisa dilakukan dengan cepat untuk menenangkan pikiran atau memanjakan diri kita.

Kota Malang menjadi salah satu kota yang belakangan ini tidak kalah bergemuruh di banding kota besar lainnya. Namun syukurlah kota ini memiliki obat penenang yang diciptakan oleh musisi dan kelompok musik dalam rupa lagu yang begitu syahdu, sendu, dan tentunya menenangkan hati serta pikiran. Berikut adalah 7 rekomendasi lagu dari para musisi dan band kota Malang yang memiliki kadar instrument musik yang begitu menenangkan. Sebut saja  mixtape ini dengan judul Senandung Tenang Dari Kota Malang.

Berikut daftar rekomendasi obat penenang dalam bentuk lagu yang diciptakan dari musisi atau kelompok musik dari kota Malang. Selamat menikmati Senandung Tenang Dari Kota Malang.

  1. The Morning After – Everyday Starts At Midnight

Jika pencarian ketenangan dimulai pada tengah malam, maka rekomendasi lagu pertama yang harus kalian putar adalah lagu ini.  Salah satu lagu yang memiliki kadar ketenangan paling dalam pada album misterius bertajuk Another Day Like Today. Bahkan lagu berjudul “Di Saat Tenang” yang juga ada pada album tersebut harus dikalahkan ketenangannya dengan “Everyday Starts At Midnight”.

 

 

  1. Oneding – Haru Biru

Salah satu personil Snickers And The Chicken Fighter dan Andjoeran Pengoeasa ini ternyata memiliki sisi lain dalam bermusik. Melalui projek solonya, Oneding tidak lagi sehingar-bingar seperti ketika dirinya berada pada band. Pria dengan nama lengkap Albertus Prima Karuniargo Oneding ini ternyata begitu manis dan mendayu saat sedang menjalankan projek solonya. Dengan hanya bermodalkan gitar akustik dan suara khasnya, Oneding dengan begitu sederhana dan apa adanya melantunkan lagu ciptaanya dengan penggunaan lirik bahasa Indonesia yang mudah akrab ditelinga. Tema dari lagu-lagunya begitu beragam, mulai dari apa yang dirinya tangkap dari lingkungan sekitar, cerita keseharian, hingga kisah percintaan begitu tertuang jelas dengan bahasa yang santai. Seperti halnya lagu berjudul “Haru Biru”, salah satu lagu yang mampu membuat pendengarnya untuk menikmati haru dan malam yang biru. Jika dirasa kurang, mungkin kalian bisa lanjutkan dengan lagu berjudul “Membeku”.

 

 

 

  1. The Illusion – Goodbye Butterfly

Sayangnya band ini harus tertidur lebih cepat tanpa meninggalkan jejak sedikitpun berupa rilisan fisik. Menyinggung The Illusion sepertinya berdosa jika tidak memutarkan lagu mereka yang berjudul “Goodbye Butterfly”.

  1. Intenna – Lantur

“Lantur” merupakan single yang baru saja diunggah oleh kelompok shoegaze garda depan kota Malang, Intenna. Lagu berjudul “Lantur” ini merupakan salah satu materi yang terkandung dalam debut album penuh Helter Skelter yang dirilis bersama Barongsai Records. Jika belakangan ini tempat kalian dilanda hujan maka rekomendasi lagu “Lantur” sepertinya tepat untuk kalian dengarkan bersama rintikannya.

 

  1. Pagi Tadi – Senyawa

Single baru untuk cikal bakal album terbaru dari unit folk anyar bernama Pagi Tadi. “Senyawa” memiliki ketenangan yang begitu dalam bagaikan suasana alam yang begitu terasa sejuk dan nyaman.

 

  1. Christabel Annora – Rindu Itu Keras Kepala

Kerinduan memang tidak selalu diperuntukkan untuk seseorang, namun juga bisa diperuntukkan untuk waktu dan suasana yang pernah diciptakan oleh semesta. Contohnya suasana damai dan tenang, kedua hal yang memang layak untuk dirindukan untuk kondisi negeri saat ini.

 

  1. Iksan Skuter – Shankara

Tak ada yang perlu diragukan mengenai setajam apa sindiran pria ini terhadap apapun yang dianggapnya salah melalui lirik lagunya. Meski hanya dibalut dengan petikan dan permainan gitar, ketajaman liriknya tak pernah meleset untuk ditodongkan dan menjadi ancaman terutama bagi mereka para penguasa yang selalu haus akan keserakahannya. Namun Iksan Skuter tidak selalu mengutuk, melalui lirik dan lagu dirinya juga kerap kali turut menyadarkan bagaimana indahnya hidup di negeri tercinta Indonesia. Seperti apa yang dirinya ingin tunjukkan melalui “Shankara”.

  1. Jenar – ½

Jenar muncul tanpa diduga dengan langsung melahirkan mini album bertajuk Fase yang berisi tiga lagu dengan mencampur adukkan instrumen musik alternatif, post-rock, hingga dream pop. “1/2”  menjadi salah satu lagu dengan suasana yang begitu dingin, kelam, dan terdengar tenang namun menghanyutkan.

(hilman)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s