Lalu Lintas Kota Malang Beberapa Pekan Terakhir

Sabbe Satta – Oh Singhasari

Kami baru sadar jika ada unit post-metal berbahaya yang lahir dari Singosari, Malang. Mereka adalah Sabbe Satta yang baru saja mengenalkan single terbaru melalui netlabel Kanaltigapuluh berjudul “Oh Singhasari”. Konon band ini telah dibentuk sejak tahun 2011. Band yang patut ditunggu dan dinantikan terutama bagi kalian yang menyelami album-album sadis dari band seperti Russian Circles hingga Ghaust.

Download single terbaru Sabbe Satta “Oh Singhasari”.

 

Whitenoir

Whitenoir muncul tiba-tiba dengan membawa single berjudul ”Sub-District”. Unit alternatif yang digawangi oleh vokalis dari band Shewn, Ekki, ini sepertinya refleks dari kegirangan anak-anak muda sekarang akan musik alternatif terutama bagi mereka yang dibuat jatuh cinta dengan musik para roster dari label bernama Run For Cover. Melalui peluncuran debut single terbaru ini pula, Whitenoir juga sekaligus mengumumkan kemunculan label anyar dari kota Malang bernama Pop Flesh Records yang akan menjadi label rekaman untuk album baru Whitenoir yang akan datang.

Single Whitenoir “Sub-District”.

 

Megatruh – Lokakaryalupa

Band ini sejatinya tidak bisa dikatakan bubar, namun juga tidak bisa sepenuhnya dikatakan ada. Bingung? Kamipun juga merasa demikian. Megatruh kerap kali muncul ke permukaan tanpa pernah diduga, begitu pula jika mereka memutuskan hilang. Unit noise rock ini baru saja memberikan kabar melalui akun instagram mereka jika akan menggarap proyek untuk single yang pernah dirilis pada tahun 2016 berjudul “Lokakaryalupa”. Belum jelas bagaimana detil proyek tersebut, yang jelas setiap pergerakan dari band ini selalu layak untuk ditunggu.

Ikuti kabar perkembangan projek terbaru Megatruh melalui akun instagram Megatruh.

 

Atlesta – Shovia

Atlesta diprakarsai oleh pria bernama Fifan Christa. Unit pop dari kota Malang ini cukup memiliki perjalanan panjang di kancah musik pop kota Malang. Sampai saat ini Atlesta berhasil melahirkan dua album bertajuk Secret Talking dan Sensation. Pendewasaan tentu saja begitu kentara pada setiap album yang dilahirkan olehnya. Mulai dari sisi materi, produksi, visual, hingga sisi manajemen band. Atlesta memang selama ini dikenal dengan band yang paling detil untuk urusan manajemen musiknya. Hal yang patut dicontoh jika kalian (para pelaku) yang mengaku serius menyelam di jalur musik.

Baru ini Atlesta meluncurkan video klip terbaru untuk debut single terbaru berjudul “Shovia”. Sudah kami katakan sebelumnya, Atlesta kini jauh lebih dewasa dari sisi musik hingga visual. Namun itu tidak merubah telak gaya bermusiknya, tetap terdengar seksi, chill, dan mewah. Konon single ini merupakan salah satu materi untuk album terbaru mereka yang rencananya akan dirilis di pertengahan tahun.

Simak video klip terbaru Atlesta “Shovia”.

 

Pagi Tadi – Senyawa

Pagi Tadi adalah unit akustik yang begitu dekat dengan alam. Beberapa kali mereka tampil di tempat-tempat seperti pesisir pantai hingga puncak gunung. Lirik dan lagu yang mereka ciptakanpun merupakan bentuk dari kecintaan mereka kepada alam. Pagi Tadi melalui materinya memang menawarkan ketenangan yang begitu dalam, bagaikan menikmati segelas kopi di pagi hari ditengah alam yang masih perawan belum tersentuh peradaban. Single berjudul “Senyawa” merupakan materi terbaru untuk cikal bakal album baru mereka. Pagi Tadi sendiri sebelumnya telah sukses melahirkan debut album bertajuk Kembara.

Simak single terbaru Pagi Tadi “Senyawa”.

Intenna

Sejak Oming (vokalis pertama) memutuskan untuk tidak lagi bersama Intenna. Intenna sepertinya sedikit kesulitan untuk menemukan pengganti Oming yang karakternya begitu melekat kuat dengan Intenna. Buktinya dalam kurun waktu satu tahun ini Intenna terhitung sudah dua kali berganti vokalis. Pertama adalah Bunga yang hanya sempat merasakan satu kali tampil dengan Intenna dan kemudian terkhir Kiki. Namun sepertinya Kiki menjadi jawaban yang selama ini Intenna cari. Terbukti beberapa waktu lalu bersama Kiki, Intenna melepas materi cover milik pionir band Shoegaze asal Reading bernama Slowdive yang berjudul “Golden Hair”. Dimana materi cover tersebut terlibat pada kompilasi Internasional bertajuk Just For A Day – A Homage To Slowdive.

Pergantian posisi vokalis memang begitu vital untuk sebuah band. Apalagi vokalis mereka sebelumnya memilki karakter yang begitu kuat. Namun Kiki sepertinya mampu melepas bayang-bayang itu dengan tetap menjadi dirinya sendiri dengan karakter vokal khas yang dimilikinya. Dengan demikian sulit raanya untuk tidak penasaran bagaimana jadinya unit shoegaze yang pernah melahirkan debut album penuh Helter Skelter ini bersama karakter vokal Kiki.

Intenna – Golden Hair

Extreme Decay di Kompilasi Tribute To Terrorizer

Unit Grindcore veteran dari kota Malang, Extreme Decay, baru ini terlibat dalam kompilasi internasional bertajuk Tribute To Terrorizer. Dalam kompilasi tersebut, Extreme Decay merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia dan bergabung dengan sejumlah band cadas papan atas dari berbagai Negara lainnya. Terrorizer sendiri merupakan salah satu legenda musik grindcore yang dibentuk sejak 1986 di kota Los Angeles (US) dan telah memberikan banyak pengaruh kepada band-band di ranah musik cadas muka bumi.

Pada kompilasi yang digagas oleh lebel rekeman berbasis di Pleven (Bulgaria) bernama Mediaplan Group Records ini Extreme Decay menggarap lagu berjudul “Condemned System” dimana materi ini merupakan stok materi cover Extreme Decay yang kemudian di-mixing ulang. Materi cover ini sendiri sebelumnya juga menjadi salah satu materi pada album kedua Extreme Decay bertajuk Sampah Dunia Ketiga yang dirilis oleh Extreme Souls Production pada tahun 2000 silam. Banyak kalangan menyebutkan jika album Sampah Dunia Ketiga merupakan salah satu album terbaik di kancah musik grindcore Indonesia.

 

Malang Pop Punk

Ranah musik pop punk di kota Malang selalu menarik diikuti perkembangannya. Mereka selalu bergeliat dan berkembang. Tahun ini sepertinya bakal lebih banyak hal menarik yang akan ditawarkan oleh ranah musik ini. Setelah album baru Write The Future bertajuk Changing Pace, baru ini unit veteran pop punk Brigade07 juga baru meluncurkan album terbaru mereka bertajuk No Regret dengan menggandeng label De Majors sebagai pihak distribusi dan juga label rekaman anyar dari kota Malang, Twec Records, sebagai pihak produksi. Dalam waktu yang hampir bersamaan pula, Hot New Camp melepas album terbaru mereka bertajuk Doin’ Poppunk Part 2.

Simak single terbaru Brigade07 “Bermimpilah”.

 

Young Savages – Highway High

Album dari band indie rock kota Malang ini sudah lama dinantikan. Beberapa kali meluncurkan single dan menghiasi panggung demi panggung namun belum berujung kabar rilisnya album, padahal album dari band yang pernah menggebrak kancah musik melalui tour bertajuk AKULAGITOUR ini begitu dinantikan. Namun pada tahun ini penantian itu sepertinya akan dijawab oleh Young Savages berupa album penuh. Ditandai dengan perilisan materi terbaru mereka berjudul “Highway High”, Young Savages mengungkapkan jika mereka telah menyelesaikan keseluruhan rekaman materi untuk calon debut album penuh dan siap untuk dirilis dalam waktu dekat.

“Highway High” terdengar menyenangkan dan begitu mudah akrab. Meski berbeda dari aroma musik indie rock kebanyakan. Namun yang perlu diingat Young Savages mulai pertama dilahirkan, mereka mengadopsi indie rock yang memang belum banyak didengarakan oleh pemuda seusianya. Cocok untuk menjadi soundtrack ketika sedang berkumpul bersama teman-teman di pelataran rumah saat sore menjelang. Beberapa part memang terkesan diisi dengan instrumen seenaknya, namun hal tersebut malah semakin mendukung image dari arti dibalik nama band mereka. Kita lihat saja apa yang mereka tawarkan di album penuh nantinya.

Simak single terbaru Young Savages “Highway High”.

 

Hankestra – Krisis

Kelompok musik dengan format akustik ini lebih sering muncul pada acara-acara yang bertemakan sosial. Memang bukan hal aneh jika mengingat tema lagu yang mereka angkat memang kerap mengenai topik-topik sosial yang terjadi di sekeliling mereka. Beberapa kali menikmati Hankestra, kami menyimpulkan jika mereka adalah sekelompok pria yang menggandrungi musik blues dan mengawinkannya dengan irama-irama musik mendayu dengan ditambahi gaya vokal yang melayu. Hasilnya tentu tidak mengecewakan. Single terbaru mereka “Krisis” memiliki kandunga musik blues yang begitu kental, namun aransemen yang dimainkan mungkin sudah begitu akrab dan banyak terdengar dimainkan oleh band-band blues pada umumnya. Kendati demikian Hankestra memiliki ciri khas dari sisi vokal yang untungnya tidak berusaha meniru gaya a la vokalis blues kebanyakan. Cukup menyenangkan dan tidak terlalu melebih-lebihkan. Pas!

Simak single terbaru Hankestra “Krisis”.

Malang Record Store Day

Para kolektor, pemburu, pengkoleksi, dan pengkonsumsi rilisan fisik di kota Malang patut berbahagia. Pasalnya, melalui Instagram milik gerombolan pemilik label rekaman dan toko rilisan fisik di kota Malang bernama Malangrecordsday. Mereka telah menjajikan jika kota Malang akan kembali merayakan gelaran Records Store Day 2017 yang jatuh setiap bulan April. Selama empat tahun ini Malang selalu turut merayakan hari besar para pengkonsumsi rilisan fisik yang memang dirayakan umat pecinta musik hampir di seluruh penjuru dunia.

Ikuti perkembangan kabar terbaru Malang Records dengan mengikuti akun Instagram @mlgrecordsday

Crimson Diary – Tiada Lagi Mimpi Buruk

Kuartet alternatif rock, Crimson Diary, baru saja meluncurkan video klip terbaru untuk single berjudul “Tiada Lagi Mimpi Buruk”. Single terbaru yang mereka lepas ini merupakan salah satu materi pada album terbaru mereka bertajuk Crimson Diary (Diary Of Crimson) yang dirilis pada bulan Desember 2016 silam dan telah didistribusikan melalui label rekaman yang merilis debut album mereka Senja bernama Barongsai Records.

Video klip ini diperankan secara apik dan ekspresif oleh seorang wanita bernama Loemongga. Penggarapannya pun terbilang unik, pasalnya ekspresi tersebut merupakan cerminan asli yang sebelumnya telah diperagakan oleh vokalis Crimson Diary, Bill Walessa, terlebih dulu. Mengenai lagu terbaru ini, Bill Walessa selaku pencipta lirik mengungkapkan “Lagu ini semacam obat penangkal mimpi buruk yang saya ciptakan dari pengalaman saya pribadi. Semoga juga bisa menjadi penangkal mimpi buruk untuk para pendengarnya juga.”

Simak video klip terbaru Crimson Diary “Tiada Lagi Mimpi Buruk”.

 

Christabel Annora – Ini Sementara (Ft Oneding)

Pianis sekaligus solois berbakat Christabel Annora baru saja mengunggah single berjudul “Ini Sementara” yang diambil dari debut album Talking Days. Pada lagu ini Christabel Annora berbagi vokal dengan solois bernama Oneding. Lagu yang cocok didengarkan bersama pasangan saat senja menyapa. Asal jangan pasangan yang sementara. 🙂

Simak single Christabel Annora Ft Oneding “Ini Sementara”.

 

Take This Life – 26122004

Setelah menciptakan hingar-bingar selama 12 tahun lamanya, pasukan math-rock ini memutuskan untuk bubar dengan meluncurkan mini album bertajuk Numbers Part 2 [Days] serta merilis ulang debut mini album bertajuk There’s No Deer In The Forest dan sekaligus menggelar pesta perilisan yang begitu intim. Tentu saja ini kabar yang menyedihkan. Namun setelah berhasil menggelar pesta perilisan mini album terbaru, Take This Life ternyata tidak pergi begitu saja. Peluncuran video klip bertajuk “26122004” menjadi tanda perpisahan yang sesunggugnya, begitu kelam dan dalam. Semoga masih ada lagi kejutan dari mereka. Ya, semoga saja.

Simak video klip terbaru Take This Life “26122004”.

 

Materi Baru The Morning After (Live at Pennyland)

Beberapa hari lalu festival musik bertajuk Pennyland Festival yang digelar di salah satu bangunan bersejarah kota Malang, Bioskop Kelud, baru saja sukses digelar. Pada gelaran tersebut menampilkan beberapa band dari kota Malang seperti Beeswax, The Morning After, Coldiac, Much, dan Young Savages. Turut hadir pula band-band seperti Hi Mom dan HumiDumi yang berasal dari kota tetangga, Surabaya. Dan yang tidak kalah menarik adalah kehadiran dari band seperti Barasuara dan Elephant Kind yang semakin memeriahkan acara tersebut. Namun yang begitu menarik perhatian adalah jika pada hari pertama Pennyland digelar, The Morning After malam itu tampil membawakan beberapa materi baru mereka.

Tentu saja hal ini membuat banyak ekspekatasi bermunculan. Pasalnya, band yang telah lama tertidur ini memutuskan kembali muncul di saat mereka benar-benar dirindukan dan sampai saat ini belum pernah sekalipun membocorkan materi terbaru mereka. Kita tunggu saja, apa yang sedang mereka persiapkan kedepannya.

Simak penampilan The Morning After at Pennyland Festival

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s