Masif Sebarkan Video Partisipan, Megatruh Jelaskan Langkah Kedua Dari Proyek “Lokakarya Lupa, Megatruh, dan Khalayak”

Poster Lokakarya Lupa, Megatruh, dan Khalayak. Oleh Lintang kertoamiprodjoe

Dua minggu belakangan jejaring Instagram milik unit noise rock, Megatruh, begitu sibuk membuat arus timeline riuh dengan unggahan video pendek berisi ungkapan dari beberapa orang mengenai persepsi kebenaran menurut mereka masing-masing. Sebelumnya pada (3/16) kemarin, band yang telah dibentuk sejak tahun 2013  ini telah mengumumkan jika mereka tengah menggarap sebuah proyek berjudul Lokakarya Lupa, Megatruh, dan Khalayak dimana Megatruh mengajak seluruh orang untuk berkolaborasi di dalam proyek tersebut.

“Video yang kami unggah ini merupakan salah dua dan sekaligus lanjutan dari langkah awal proyek Lokakaryalupa, Megatruh, dan Khalayak yang sebelumnya telah kami sebar,” Ujar Megatruh mengenai video-video yang belakangan mereka unggah.

Sebelumnya, Megatruh telah memulai langkah awal dari proyek mereka berjudul Lokakarya Lupa, Megatruh, dan Khalayak dengan mengajak seluruh khalayak yang bersedia menjadi partisipan dengan menjawab kuisioner melalui tautan terlampir di kolom bio Instagram bernama Wahanabumimegatruh. Setelah selesai menjawab kuisioner, para partisipan akan dikirimi pesan melalui e-mail yang berisi ajakan kolaborasi kembali proyek  Lokakarya Lupa, Megatruh, dan Khalayak dengan cara membuat video berdurasi kurang dari satu menit yang berisi mengenai ungkapan kebenaran menurut sudut pandang mereka masing-masing.

Single “Lokakarya Lupa” sendiri pada dasarnya menceritakan mengenai keresahan mengenai kebenaran yang dirasakan oleh Kidung selaku pencipta lirik sekaligus inisitor Megatruh. Kidung mengungkapkan jika single “Lokakarya Lupa” awalnya tercipta dari rasa penasarannya terhadap orang yang selama ini dianggap gila oleh masyarakat.

“Ketika saya tidak sengaja berjumpa dengan mereka (orang-orang yang dianggap gila), pertanyaan mengenai kebenaran itu terlintas begitu saja di kepala saya mengenai siapa yang paling benar di antara orang yang dianggap gila atau malah orang yang merasa dirinya waras,” ujar Kidung mengenai single “Lokakarya Lupa”.

Setelah mengikuti beberapa proses yang dijalankan, rupanya dalam proyek ini Megatruh tak lain juga berperan sebagai partisipan; menjadi subyek eksperimentasi sosial yang tergagas oleh tema kebenaran itu sendiri. “Program ini merupakan suatu hal yang jauh lebih intim dari kami sendiri dan ‘Lokakarya Lupa’. Khalayak yang berkontribusi di program ini mengutarakan obyek persepsi kebenaran yang mereka amini masing-masing. Begitu juga dengan Megatruh,” ungkap Megatruh ketika ditanya mengenai maksud dari proyek ini. “kami berkontribusi dalam program ini melalui lagu ‘Lokakarya Lupa’. Kemudian bersama-sama mewujudkannya menjadi satu karya video yang dapat membuka suatu sikap saling pengertian yang majemuk.”

Video-video yang diunggah dari akun Instagram Megatruh dalam kurun waktu dua minggu ini memang berisi jawaban yang beragam dari partisipan atas pertanyaan mengenai kebenaran menurut persepsi mereka pribadi. Namun pada intinya dari sekian banyak video yang diunggah kita dapat mengambil kesimpulan jika semua orang memiliki kebenaran menurut versi mereka masing-masing, karenanya perbedaan sudut pandang yang kerap terjadi di dalam kehidupan tidaklah tepat jika dijadikan alasan utama untuk menimbulkan suatu masalah.

“Setelah langkah kedua ini kami akan berjumpa dan bertatap muka  dengan seluruh partisipan untuk membahas langkah selanjutnya dari proyek ini.”  Tutup Megatruh mengenai langkah kedepan proyek Lokakarya Lupa, Megatruh, dan Khalayak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s