Ulasan Rilisan; Brigade07 – No Regret

Brigade07 – No Regret

2017.

Twec Records

Sebelum melangkah lebih jauh menyimak review ini, terlebih dulu saya tekankan jika saya bukanlah penikmat musik pop-punk yang bahkan untuk level penikmat yang intensitas rendah sekalipun masih dikatakan jauh. Menengok rilisan pop-punk di rak koleksi, itupun hanya diisi oleh band kawan-kawan terdekat yang memang personilnya saya kenal secara personal. Namun ada satu rilisan dari band pop-punk asal kota Malang yang saya miliki dimana saya pribadi belum mengenal salah satu personilnya, mereka adalaha Brigade07.

Bagi mereka yang jarang atau bahkan tidak pernah menyediakan waktu untuk mendengarkan irama pop-punk sekalipun pasti tidak asing dengan nama Brigade07, jika memang kalian (yang mengaku penikmat musik) dan tinggal di kota Malang ternyata tidak pernah mendengar nama mereka. Maka kalian…… akan saya perkenalkan dengan mereka disini atau disana.

Selain menjadi salah satu band favorit yang akan selalu diharapkan hadir untuk mengisi panggung pentas seni sekolah-sekolah berbagai tingkat di kota Malang. Rasanya berdosa jika berbicara mengenai ranah musik pop-punk di kota Malang tanpa menyinggung karya-karya dari Brigade07 yang sebelum debut albumnya saya dapatkan banyak teman yang mengatakan jika pada sebelumnya (dimana teman saya masih berseragam sekolah) Brigade07 merupakan salah satu band yang berhasil mempresentasikan musik pop-punk dan melemparnya ke hingar-bingar peta musik kota Malang. Ini murni bukan saya yang mengatakan. Anda berhak percaya atau tidak.

Berbekal rasa penasaran dan rekomendasi itu, maka keputusan untuk memiliki debut album Brigade Zero Seven menjadi pilihan mutlak. Jujur saja, sedari pertama debut album Brigade07 sudah ada di tangan. Butuh waktu yang tepat bagi saya untuk memutar album mereka, karena jika boleh berbicara sedikit gamblang, selama ini album band pop-punk yang saya miliki kebanyakan terdengar sama dan ekspektasi saya mengarah demikian pada debut album Brigade Zero Seven.

Akhirnya keputusan untuk menyimak satu persatu materi pada debut album Brigade Zero Seven datang. Ketika album ini dibuka oleh lagu berjudul “Kota Ini”, ekspektasi yang bersemayam di kepala saya ternyata masih belum berubah. Namun harus diakui kualitas rekaman album dan pembagian part instrumen album ini memang layak untuk dipuji. Rapi dan apik.

Hingga perjumpaan pada track ke-6 ekspektasi saya masih tetaplah sama. Sampai pada akhirnya lagu berjudul “Kenangan Yang Membunuhku” menyapa, barulah terdapat warna lain dari musik Brigade07 yang selama 6 track sebelumnya hanya disapa dengan pukulan overdrive yang menurut saya terdengar agak membosankan (bagi saya).

Selanjutnya pada nomor “Semoga” yang makin membuat saya tersenyum dan harus diakui Brigade07 sudah jauh keluar dari zona nyamannya. Menarik jika mengetahui Brigade07 ternyata sudah lebih dulu memainkan aransemen pop-punk yang pada beberapa tahun kedepan (semenjak debut album ini dilahirkan) sepertinya akan banyak dipresentasikan oleh band-band pop-punk generasi selanjutnya. Oke, bisa kalian buktikan dengan mendengar musik pada album terbaru White The Future berjudul Changing Pace, salah satu band pop-punk yang menurut saya saat ini sudah mempresentasikannya. Meski tidak memberikan gambaran melalui musik secara rinci, namun saya rasa Brigade07 sudah berhasil memprediksinya pada aransemen lagu “Semoga”.

Pada track-track selanjutnya barulah saya menemukan alasan untuk sependapat jika Brigade07  memang layak menyandang predikat sebagai salah satu band yang mampu membuat musik pop-punk di kota Malang bergairah. Debut album yang menarik terutama dengan dominasi penggunaan lirik bahasa Indonesia yang mudah untuk dipahami. Melalui 13 track di dalam debut albumnya, Brigade07 lebih banyak bergulat dengan hal-hal yang mereka alami di lingkungan terdekatnya. Mulai dari penggalian pengalaman masa lalu, keoptimisan menjalani hidup untuk menggapai mimpi, sedikit kisah asmara, hingga suara mereka untuk merespons lingkaran pertemanan. Sepertinya memang benar-benar mewakili gairah jiwa anak-anak muda kebanyakan.

Beberapa tahun berselang, kabar mengenai perilisan album kedua Brigade07 datang. Video klip “Bermimpilah” sudah dilempar terlebih dulu di permukaan. Berbeda dengan ketika mendengarkan album pertama mereka, tidak perlu waktu lama bagi saya untuk langsung menyukainya. Kini mereka lebih dewasa, segar, dan tentunya dengan energi serta referensi musik yang semakin bertambah luas.

Album penuh kedua resmi dirilis dengan menggelar acara bedah album terbaru mereka yang diberi judul No Regret bertempat di garasi milik kafe Kalampoki Quayhouse. Rilisnya album terbaru Brigade07 juga menandai lahirnya label baru dari kota Malang bernama Twec Record. Selain diproduksi dibawah bendera Twec Records, pada album No Regret ini Brigade07  juga menggandeng label Independen DeMajors Records sebagai pihak distribusi. Sepertinya Brigade07 mulai melangkah ke jenjang yang lebih serius. Memang sudah waktunya seperti itu.

Album kedua sudah ada di tangan, perubahan pada Brigade07 bahkan sudah terasa sebelum jauh menyelami setiap materi di dalam album terbarunya. Lihat saja artwork yang menghiasi sampul album mereka. Jika pada artwork debut album Brigade Zero Seven mereka digambarkan sebagai empat pemuda dengan gaya kekanak-kanakan sambil menenteng alat musik dengan senyum manisnya sedang bermain di atas truck merah miliknya. Maka pada album terbaru No Regret, Brigade07 telah berubah menjadi pemuda yang telah tumbuh dewasa dengan style garang yang tampak liar sedang mengemudikan truck merah lawasnya dengan laju kecepatan tinggi ditemani wanita yang berada tepat di sebelahnya. Sudah cukup bisa memunculkan ekspektasi bagaimana musik yang akan ditawarkan di dalam album terbarunya.

Ekspektasi saya ternyata tidak meleset, laju kecepatan yang tergambarkan pada artwork album No Regret memang benar-benar terjadi sedari lagu pertama dimulai. Brigade07 pada album barunya benar-benar menginjak pedal gas dalam-dalam untuk mempercepat laju tempo mereka. Sama halnya dengan lirik pada lagu pembuka berjudul “Semangat” dimana Brigade07 dengan nada optimis menghimbau pendengarnya untuk jangan terlalu cepat menyerah dalam mengejar mimpi dengan menekankan lirik janganlah berhenti / jangan kau cepat berhenti menyerah sampai disini. Begitu pula dengan tempo musik pada album No Regret yang tidak akan berhenti hanya sampai pada lagu ini. Terkecuali lagu berjudul “Grace” yang memang dibawakan dengan format akustik.

Selain tempo yang dibuat melaju dengan kecepatan tinggi, kini Brigade07 juga menambahkan porsi untuk lirik berbahasa Inggris. Meski materi yang menggunakan bahasa Indonesia jumlahnya lebih banyak. Namun menurut saya pribadi amat disayangkan, mengingat Brigade07 selalu berhasil menyampaikan maksud dari lagu mereka dengan penggunaan lirik bahasa Indonesia yang ditulis apik dan juga mudah untuk dipahami.

Selain itu menariknya meski pada album ini Brigade07 masih mengangkat tema dari perasaan yang pernah mereka alami dan masih loyal untuk menyuarakan keoptimisan hidup dalam merajut mimpi. Kini Galih dkk mencoba untuk menangkap beberapa hal yang terjadi di ruang lingkup yang lebih luas dan kemudian mereka utarakan dengan lirik yang tegas. Seperti pada lagu “Next Generation” dan “Kita Adalah Sama” dimana pada lagu ini Brigade07 berkolaborasi bersama Aska dari Rocket Rockers. Pada album ini Brigade07 juga berkolaborasi dengan Totok Tewel yang menyumbangkan isian gitar pada lagu berjudul “Take Me Home”.

Secara keseluruhan album baru Brigade07 memang mengalami banyak proses pedewasaan. Dibandingkan debut album Brigade Zero Seven, album terbaru Brigade07 tampak banyak berbenah di berbagai sisi. Mulai artwork, segi kualitas sound yang kini tampil lebih prima, deretan sajian instrumen yang lebih padat dan rapat, distorsi yang terdengar semakin renyah, hingga gaya vokal yang jauh lebih tegas dari album sebelumnya. Namun jujur saja, tidak banyak yang mampu mengejutkan saya seperti perjumpaan pertama dengan album sebelumnya. Mungkin kejutan kali ini bukan datang dari album No Regret, tapi dari bagaimana proses Brigade07 untuk meraih mimpi-mimpi mereka.

Perlu diingat album ini tidak bisa disamakan dengan album sebelumnya dari segi musik dan masih sangat dianjurkan untuk didengarkan karena memiliki tingkat kesegaran yang berbeda. (rha)

Simak single Brigade07 – Bermimpilah.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s