Lalu Lintas Kota Malang Edisi Record Store Day 2017 Malang

Record Store Day 2017 Malang

“10 Years Celebrating The Indie Record Store”

22 April 2017 at Ex Maharaja ( Belakang My Kopi O ) MX Mall Malang
12.00 – 22.00 wib

Edisi Kabar Lalu Lintas Kota Malang kali ini spesial membahas mengenai Record Store Day 2017 yang beberapa hari lagi akan kembali digelar di kota Malang dimana kota ini telah turut merayakannya lima kali beruntun di setiap tahunnya, sedangkan untuk skala Internasional sendiri Record Store Day pada tahun ini telah menginjakkan usianya yang ke-10. Tepatnya pada hari Sabtu, 22 April 2017 di MX Mall (Belakang My Kopi-0) acara Record Store Day 2017 Malang akan digelar di kota Malang. Perayaan tahun ini sepertinya akan lebih banyak menawarkan keseruan, salah satu penyebabnya adalah jumlah lapakan yang terdiri dari record store dan indie label yang berasal dari kota Malang dan sekitarnya akan semakin bertambah banyak dibandingkan dengan edisi Record Store Day pada tahun-tahun sebelumnya, total ada 34 lapak yang siap memanjakan mata dan menggetarkan isi dompet para pemburu rilisan fisik dengan koleksi-koleksinya.

ALBUM RELEASE

Selain lapak yang pada tahun ini jumlahnya berlipat ganda, salah satu yang paling ditunggu pada gelaran Record Store Day 2017 Malang tidak lain adalah rilisan dari para pelaku musik yang dipastikan akan dirilis bertepatan pada perayaan tersebut. Kita ketahui pada momen akbar seperti ini, band hingga record label akan memanfaatkan kesempatan ini untuk melahirkan album musik hingga album kompilasi. Beberapa band dan record label jauh hari telah melayangkan ultimatumnya jika pada perayaan akbar nanti mereka akan merilis kabar bahagia berupa karya yang dikemas dalam rupa rilisan fisik. Tentu saja hal ini menjadi salah satu daya tarik dari digelarnya Record Store Day 2017 Malang. Kami merangkum beberapa kabar mengenai mereka (band/label) yang berencana akan merilis album pada pergelaran Record Store Day 2017 Malang.

Becuz – Jala  (Full Album) by Nadapita Records

Salah satu rilisan yang patut diantisipasi dari unit noise rock asal kota Malang, Becuz. Bertajuk Jala dimana album ini merupakan album kedua dari Becuz yang nantinya akan dirilis oleh Nadapita Records. Album ini sejatinya merupakan jawaban dari demo yang berisi dua single berjudul “Mantra Tanah Surga” dan “Satir” yang  sebelumnya telah mereka rilis pada gelaran Record Store Day 2016 Malang. Penantian panjang terjawab sudah.

“Lirik pada album ini banyak bercerita tentang hubungan horisontal antara manusia dengan manusia lainnya. Atau boleh dikata manusia dengan lingkungannya. Seperti yang terjadi pada lagu ‘Berjajar Berseberangan’. Berada dalam posisi dan kondisi segaris pun, kita tetaplah individu-individu yang berdiri sendiri. Atau pada lagu ‘Jala’ dimana lirik tersebut seolah meng ekspresikan absurditas, kesadaran dan ketidaksadaran manusia manakala terjebak pada sebuah jaring yang menjerat hebat.” ujar Becuz melalui siaran pers yang mereka sebar di laman Facebook-nya.

Jala  berisi 11 lagu dimana pada album ini Becuz berkolaborasi dengan Doni Hendrawan selaku fotografer yang berhasil mengiinterpretasikan segala bebunyian yang dihasilkan oleh Becuz dalam bentuk foto. Tidak cukup sampai disitu, kabarnya Doni Hendrawan yang sampai saat ini masih menjadi vokalis dari Ajer dan Freshwaterfish ini ternyata turut menyumbangkan geramannya pada lagu “Berlalu Sempit”. So, album ini sudah menjadi salah satu rilisan yang musti didapatkan dan diamankan sebelum menyandang status rilisan langka karena sudah dalam kondisi kehabisan.

Strider – Defishit Moral (Full Album) by Confuse Record

Pendatang baru yang gagah berani serta lantang mengutarakan segala apa yang ada dalam pikiran mereka dengan mengusung musik yang dibalut distorsi berat dan riff-riff magis yang maha dahsyat. Salah satu band pendatang baru yang mampu menambah warna peta musik independen di kota Malang semakin berlimpah. Strider beranggotakan lima pemuda yang  jiwanya telah diselimuti oleh roh musik sejenis stoner-rock.

Bangkai – Re-Emotional Conform (Reissue) by Confuse Records

Album milik unit grindcore veteran kota Malang bernama Bangkai. Album bertajuk Re-Emotional Conform sendiri merupakan versi reissue dari album Emotional Conform yang telah dirilis pada tahun 2001 silam. Sejak tahun 1994, Bangkai sudah eksis dan menggeber irama musik yang ngebut ala Napalm Death, Brutal Truth, Repulsion, Dead Kennedy’s, hingga Discharge. Dan tidak berhenti sampai sekarang.

Hellsoil – In Grind We Bong By Confuse Records

Satu lagi rilisan yang akan dibidani oleh Confuse Records. Adalah debut album dari Hellsoil bertajuk In Grind We Bong. Hellsoil sendiri merupakan unit grindcore yang cukup belia namun produktif di berbagai panggung underground seputar kota Malang. Rujukan yang paling pas untuk musik mereka adalah grindcore tradisional ala Terrorizer atau Brutal Truth.

Stolen Visions x Hands Upon Salvation – Comprehensive Chaos and The Seek of Immortality (Split) by Forget The Pain.

Band hardcore/metal veteran asal kota Malang yang telah eksis sejak dekade 90’an, Stolen Visions, berencana melahirkan split album bersama Hands Upon Salvation. Hands Upon Salvation sendiri merupakan band pengusung hardcore/metal asal Yogyakarta. Bersama Stolen Visions, Hands Upon Salvation akan melahirkan split bertajuk  Comprehensive Chaos and The Seek of Immortality yang nantinya akan dirilis dalam rupa kaset pita oleh Forget The Pain Inc pada pergelaran Record Store Day 2017 Malang. Selanjutnya versi compact disc nantinya akan dirilis oleh dual label yakni Samstrong Records asal Yogyakarta dan Heartcorner Records asal Purwokerto.

Stolen Visions akan mengisi split ini dengan materi-materi lama mereka yang direkam ulang pada akhir 2016 silam. Termasuk juga sebuah track penghormatan kepada salah satu band paling berpengaruh di skena hardcore/metal dunia, Acme. Sedangkan Hands Upon Salvation akan menggunakan kombinasi track-track lawas dan sekaligus memberikan bocoran tentang album baru mereka yang sekarang sedang digarap. Kedua band bersepakat untuk memberikan sebuah perayaan persahabatan sekaligus juga memori komprehensif masa lalu yang akan terus hidup hingga kapanpun mereka inginkan.

Whitenoir – Feed Me (EP) by Pop Flesh Records

Seperti yang telah dijanjikan jauh hari, kuartet alternatif rock pendatang baru bernama Whitenoir akhirnya merealisasikan untuk merilis debut mini album mereka pada pergelaran Record Store Day 2017 Malang. Menggandeng label anyar Pop Flesh Records, mini album bertajuk Feed Me ini nantinya akan berisi empat track yang mengangkat tema seputar cerita bagaimana kepribadian seorang individu dapat terbentuk oleh lingkungan.

Think Twice – Take It Back (EP) by Forget The Pain.

Gagal Ginjal – Science Weapon by Biasa Records

Snickers And The Chicken Fighter – Retorika (Full album)

Shewn – At Home Drowning (reissue on tape)

Tim Malang Record Label kabarnya juga akan merilis kompilasi yang berisi materi-materi segar dari beberapa band kota Malang dan disertai zine yang berisi mengenai informasi-informasi penting mengenai Record Store Day 2017 Malang. Salah satu arsip yang harus kalian miliki!

PENAMPILAN BAND

Pergelaran Record Store Day 2017 Malang terasa lebih lengkap dengan adanya band yang tampil untuk semakin memeriahkan acara. Sama halnya dengan kota besar lainnya yang juga turut merayakan Record Store Day dengan menampilkan performa band di rangkaian acaranya, tim Malang Record Label selaku organizer acara juga akan menyajikan penampilan band sebagai pemanas acara. Namun jika dibandingkan kota-kota lainnya yang bergelimang nama pelaku yang sudah lama berkecimpung di kancah musik Indonesia, panggung Record Store Day 2017 Malang kali ini akan lebih banyak memberikan kesempatan untuk nama-nama pendatang baru yang memang belakagan karyanya sedang menarik banyak perhatian dari penikmat musik. Mereka yang akan tampil di Record Store Day 2017 Malang;

Closure

Proyek segar dari kota Malang pengusung post-punk ini muncul tiba-tiba dan langsung cepat memantik perhatian. Band ini nampak menjajikan dari segi materi hingga gerak-geriknya. Masih ingat saat awal mereka malakoni debut penampilannya di acara berajuk Renjana bertempat di Kalampoki Quayhouse, Closure yang pada saat itu  masih belum banyak dikenal sudah melahirkan demo yang berisi dua track dengan mempresentasikan aroma post-punk yang ceria. Beberapa waktu lalu mereka juga telah sukses melahirkan debut mini album yang dirilis bersama label Jakarta O’Pamela Records dalam rupa CD. Konon jumlahnya terbatas, jadi jika kalian kurang percaya dengan pujian-pujian yang telah dilayangkan beberapa media ternama kepada band muda satu ini. Kalian sepertinya harus datang lebih cepat di pergelaran Record Store Day Malang 2017 guna membuktikan sendiri debut mini album dan juga bagaimana penampilan Closure.

Whitenoir

Unit alternatif yang digawangi empat pemuda wajah baru dari skena musik kota Malang. Band yang patut diperhitungkan, merujuk  pada kualitas materi yang apik dan ditopang dengan kemasan visual yang menarik pula, band satu ini nampaknya sedari awal sudah ingin menunjukkan keseriusan dari sisi musik hingga visual. Sama halnya dengan Closure, semenjak pertama kali muncul dan mendapatkan berbagai pujian sana-sini. Whitenoir juga masih jarang terlihat untuk beraksi. Jadi sudah sepantasnya dua nama band pertama ini dinantikan aksi panggungnya. Hampir lupa, Whitenoir juga kabarnya merilis debut mini album mereka bertajuk Feed Me dibawah label anyar dari kota Malang, Pop Flesh Records.

Strider

Gerombolan pria dengan memainkan rock maha berat yang siap menghentakkan ranah musik lokal hingga kancah musik Indonesia dengan riff-riff memabukkan a la musik dari band semacam Sleep, Church Of Misery, Black Sabbath, hingga Komunal. Semenjak perkenalan pertama di acara berajuk Semburat, band ini memang memiliki potensi menjadi pendatang baru yang akan cepat mendapat perhatian di antara jajaran band pengusung musik berdistorsi berat meski setidaknya lebih dulu di ranah musik kota Malang. Mari kita buktikan bagaimana penampilan Strider diatas panggung yang kabarnya sampai bisa menarik perhatian owner dari label veteran kota Malang, Confuse Records, yang notabenya label yang pernah membidani album dari band sekaliber No Man’s Land, Antiphaty, Extreme Decay, dan The Babies.

MUCH

Proyek musik yang awalnya diprakarsai oleh sepasang kekasih bernama Dandy dan Anggi hingga bertransformasi menjadi sebuah unit musik utuh dengan mengajak beberapa personil lainnya. Jika proyek musik yang digagas oleh sepasang kekasih selama ini terkesan dengan musik-musik melankolis nan romantis bernuansa sendu dan mendayu. Tidak halnya dengan MUCH. Memainkan musik indie rock yang masih relevan untuk menjadi soundtrack beromatis ria dengan pasangan masing-masing. Meski terbilang pendatang baru, band ini sudah menarik banyak perhatian hingga skala penikmat musik Nasional. Much tidak pernah tidak menyenangkan, setidaknya itu kata-kata yang sering pemuda-pemudi lontarkan ketika melihat penampilan dan mendengar karya MUCH.

Write The Future

Semenjak melahirkan album terbaru bertajuk Changing Pace, unit pop-punk ini malah terlihat mengendurkan semangat mereka dan terkesan kurang bertenaga. Tidak seperti materi dalam album baru mereka yang energinya berlipat ganda dibanding materi-materi lawasnya. Entah apa yang terjadi, Oke kami tidak ingin ikut campur atau menerka-nerka. Penampilan Write The Future menjadi salah satu yang patut untuk ditunggu. Sebab untuk kami pribadi, terakhir kali mereka beraksi di acara peluncuran mini album sekaligus perpisahan dari band mathcore, Take This Life, Write The Future yang pada saat itu dipercaya menjadi salah satu pengisi acara tampil tidak dalam performa terbaik mereka.

Cable Car Romance

Band melodic punk yang telah dibentuk tujuh tahun silam. Jujur saja, tidak banyak yang kami tahu mengenai band ini selain materi mereka yang bisa kalian cek disini. Membawakan musik yang begitu menggambarkan semangat muda-mudi yang begitu enerjik. Salah satu band yang patut untuk dinanti, setidaknya penasaran kami akan segera terjawab mengenai band ini dan apakah penampilan mereka nanti akan seenerjik materinya? Kita lihat saja nanti.

Remissa

Nama Remissa mendadak muncul sebagai pengisi acara perayaan Record Store Day 2017 Malang. Sebelumnya band yang kental dengan aroma musik grunge ini memang tidak diprediksi akan tampil. Namun begitulah Record Store Day. Selalu memberikan kejutan tanpa pernah kita sadari. Bagi kalian yang belum sempat menikmati penampilan atau karya Remissa. Silahkan cek video live session terbaru mereka disini.

SESI DISKUSI

Panggung Record Store Day 2017 Malang nanti tidak hanya akan diisi oleh hingar-bingar penampilan musik saja. Ada sesi diskusi yang akan membahas mengenai “Promotion and Branding Your Band” yang nantinya akan dibahas oleh Winda Carmelita dan Oox owner dari Confuse Records. Selain itu pada sesi lainnya akan membahas mengenai “Pentingnya Press Release” yang akan dikupas oleh Sammack dari Solidrock dan Alfan Papaonta yang selama ini dikenal menjadi media relation bagi band-band muda kota Malang. Sudah menjadi kewajiban bagi setiap band untuk menguasai strategi promosi demi mengenalkan karya-kara mereka secara lebih luas.

Sadar akan pergerakan musik di kota Malang yang belakangan semakin bergairah, tim Malang Record Label berinisiatif untuk memberikan sesi diskusi agar para pelaku dan penggiat yang nantinya hadir di pergelaran Record Store Day 2017 Malang juga bisa menambah wawasan mengenai strategi promosi yang nantinya akan dijelaskan oleh para narasumber yang sudah berpengalaman dalam bidangnya.

Pameran Artwork

Tidak hanya menyinggung musik. Pada pergelaran tahun ini tim Malang Record Label turut mengundang kolektif artworker bernama Morokanggo. Kolektif ini terdiri dari beberapa artworker muda yang juga memiliki kecintaan terhadap ranah musik di kota Malang. Beberapa karya mereka kerap dipercaya pada acara-acara musik di kota Malang. Kabarnya pada gelaran Record Store Day 2017 Malang mereka akan memamerkan karya-karya dari para artworker-nya kepada publik. Bukankah musik dan visual memang memiliki hubungan yang sangat erat bahkan tidak terpisahkan?

Jadi, relakah kalian melewatkan semua yang akan tersaji di Record Store Day 2017 Malang?

NB: Kejutan-kejutan lainnya tentu saja masih bisa bahkan rawan terjadi tanpa pernah disadari ketika gelaran Record Store Day 2017 Malang dimulai. Kita lihat saja kejutan apalagi yang akan menanti. Jadi, persiapkan diri.

 

SELAMAT MERAYAKAN RECORD STORE DAY 2017 MALANG!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s