Naropal Acara; Record Store Day 2017 Malang

Tepat seminggu lalu acara Record Store Day 2017 Malang telah sukses digelar di kota Malang kelima kalinya, tepatnya pada tanggal 22 April 2017. Meriah, padat pengunjung, bergelimang lapak, dan tentunya banjir album baru serta rilisan-rilisan fisik menggiurkan lainnya. Bertempat di MX-Mall, area gelaran Record Store Day 2017 Malang yang memanjang ini sudah nampak dipadati pengunjung sedari pertama dibuka (12.00 WIB). Panggung megah telah gagah berada di ujung sebelah kiri setelah melewati pintu masuk dan telah siap menjadi panggung para unit musik untuk menunjukkan aksinya. Sebut saja Closure, Write The Future, Cable Car Romance, Whitenoir, Much, Strider, dan Remissa yang dipercaya akan mengkudeta panggung yang megahnya menurut saya sungguh memancing kata ‘wow’.

Sayangnya panggung yang super megah tersebut tidak diikuti dengan fasilitas yang baik pula untuk para pengisi lapak yang mengular di area kanan dan kiri depan panggung. Harusnya pihak yang bertanggung jawab mengorganisir acara lebih mengutamakan para pemilik record store dan indie label yang akan memamerkan rilisan-rilisan mereka, bukannya acara ini memang menjadi perayaan eksistensi dan konsistensi mereka?

Para pengisi lapak yang tahun ini jumlahnya berlipat ganda dibanding gelaran tahun-tahun sebelumnya hanya disediakan satu meja dan dua bangku yang biasa digunakan oleh para pelajar sekolah dasar hingga menengah atas. Alhasil para pelapak yang membawa rilisan dengan jumlah banyak harus memasang tampang kecewa karena meja yang disediakan tidak cukup besar untuk menampung rilisan-rilisan yang mereka bawa.

Sampai banyak pemilik record store dan label yang mengisi lapak harus rela berdiri atau duduk beralaskan tanah karena harus merelakan tempat duduknya dijadikan tempat memajang rilisan. Tentu saja hal seperti ini sangat disayangkan. Karena menurut saya merekalah (para record store dan label) yang harus menjadi prioritas utama pada acara bertajuk Record Store Day.

Namun pada tahun ini, (maaf sebelumnya) mereka para pemilik record store dan indie label yang seharusnya menjadi sajian utama dari acara Record Store Day harus rela nampak seperti pendukung acara musik dengan panggung yang super megah.

Panggung yang tersaji memang begitu spesial dan mungkin menjadi panggung yang paling megah selama gelaran Record Store Day dirayakan di kota Malang. Belum lagi geberan sound yang begitu perkasa tersaji sepanjang penampilan band yang beraksi di atasnya. Namun hal tersebut nampaknya malah sedikit menggangu pengunjung yang hendak berkomunikasi dengan para penjaga lapak. Kerap kali teriakan-teriakan yang menguras tenaga terjadi antara obrolan pengunjung dan pemilik lapak, seakan mereka tidak ingin kalah dengan vokal dari para vokalis band yang tampil.

Padahal mungkin saja ada pengunjung yang datang hendak mengobrol panjang lebar dengan para pemilik label atau record store. Belum lagi momen seperti ini adalah menjadi momen berkumpulnya seluruh owner dari record store dan independen label di kota Malang untung bertegur sapa atau sekedar bercanda dan saling berbincang segala hal mulai dari berbagi informasi hingga hal yang menyinggung soal rilisan fisik sembari melayani para pengunjung yang sibuk memilih rilisan fisik. Apalagi pada tahun ini beberapa pengisi lapak pada acara Record Store Day 2017 Malang ada yang datang dari luar kota Malang.

Terlebih lagi ketika malam tiba, pencahayaan yang menerangi beberapa meja lapak amatlah sangat minim sehingga membuat pengujung harus sangat teliti menekuni setiap rilisan yang dipampang di atas hingga bawah meja. Kerap kali pemilik lapak juga harus siap siaga membantu penerangan melalui cahaya telepon genggam demi membantu pengunjung yang menyidak koleksi-koleksinya. Hal ini  membuat berkurangnya rasa nyaman bagi calon pembeli yang hendak meneliti satu-persatu nama artist dan judul album untuk berburu rilisan.

Jujur saja, saya sedikit kurang bisa menikmati gelaran Record Store Day Malang tahun ini. Namun hal tersebut tidak mengurangi pujian kepada penampilan band yang hampir keseluruhannya bisa menguasai panggung yang super wah itu. Mereka semua tampil penuh tenaga dan sangat mampu memanaskan acara.

Namun bukan berarti gelaran Record Store Day 2017 Malang tidak patut untuk dipuji pula. Tahun ini sepertinya menjadi gelaran yang terbilang sukses jika melihat animo pengunjung yang datang dari berbagai kalangan dan usia. Menariknya lagi rilisan yang lahir bertepatan pada perayaan ini banyak diisi oleh nama-nama baru yang siap menjaga denyut jantung ranah musik independen kota Malang untuk tetap terus berdetak. Bisa kalian cek disini.

Termasuk juga informasi-informasi penting yang disampaikan langsung oleh beberapa pembicara yang dipercaya untuk berbagi pengalamannya dan membahas mengenai pentingnya menguasai media online dan offline untuk mempromosikan karya dari kelompok musik. Serta yang tidak kalah penting lagi adalah membahas mengenai pentingnya press release untuk sebuah band.

Yang tidak kalah penting lagi adalah, sampai saat ini gerombolan Malang Record Label tidak kenal kata menyerah untuk menjaga gairah rilisan fisik di kota Malang untuk tetap menyala. Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, jika suksesnya digelar Record Store Day 2017 Malang selain menjadi tolak ukur kesadaran pentingnya keberadaan rilisan fisik di kota ini masihlah tinggi. Perayaan ini juga membuktikan jika denyut nadi musik independen di kota Malang masih berdetak sehat atau malah semakin cepat dan tentunya menyenangkan.

Semoga saja dan pasti sangat bisa tim Malang Record Label selaku penggagas acara menyajikan gelaran Record Store Day pada tahun-tahun selanjutnya lebih baik dan lebih menarik lagi. Panjang umur rilisan fisik, panjang umur Malang Record Label, panjang umur Record Store Day Malang! Sampai jumpa di perayaan selanjutnya. (rha)

Advertisements

One thought on “Naropal Acara; Record Store Day 2017 Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s