Ulasan Rilisan; Whitenoir – Feed Me (EP)

Pertama kali melihat artwork sampul debut mini album Whitenoir bertajuk Feed Me, yang terlintas di kepala adalah mereka merupakan band pengusung musik indie-pop yang akan lebih banyak menawarkan suara gitar clean dengan bumbu-bumbu sedikit distorsi ringan serta isian melodi yang akan terus membuntuti nyanyian sang vokalis.

Namun tak disangka ketika cakram padat sudah ditelan mesin pemutar, ekspektasi awal mengenai band ini hilang seketika tanpa sisa akibat ulah distorsi ‘kotor’ yang tersaji pada lagu pembuka berjudul “Stereotype”. Begitu pula dengan lagu kedua berjudul “Dive”, Whitenoir yang pada lagu ini mulai menunjukkan sebagai unit pengusung musik alternatif berlumur aroma emotive yang memang sedang hangat ditelinga anak muda Indonesia sekarang ini, lihat saja bagaimana respons positif yang diterima pendatang baru seperti band Beeswax hingga Collapse.

Entah mungkin ini perasaan saja, jika melihat dari berbagai sisi mulai segi musik hingga luarnya, mini album Feed Me menurut saya pribadi masih banyak keakraban dengan band yang juga digawangi Ekki, Shewn. Memang wajar jika mengingat Whitenoir merupakan proyek musik yang digagas oleh Ekki yang notabenya frontman dari band post-hardcore, Shewn.

Mesi demikian Feed Me memiliki kualitas musik yang apik dan membuktikan seorang Ekki dalam meramu musik dengan elemen-elemen musik emotive tidak perlu diragukan lagi, merujuk pada wawancara bersama Angsaruka jika hampir keseluruhan materi pada debut mini album ini adalah buah dari solo project-nya. Namun jika melihat Whitenoir yang sekarang telah menjadi unit band seutuhnya (beranggotakan Ekki, Helmi, Ade, dan Alle), maka album selanjutnya seharusnya lebih bisa menawarkan banyak hal yang lebih menarik lagi.

Debut mini album yang berisi empat lagu ini sudah cukup membuktikan jika Whitenoir memang menjadi salah satu pendatang baru yang wajib diantisipasi. Semoga kedepannya mereka akan lebih banyak menyajikan hal baru, karena sejujurnya pendengar baru Whitenoir saat ini masih akan mengaitkan mereka dengan pengusung musik sejenis yang telah melemparnya terlebih dulu di kancah musik negeri ini. Pasti kalian tahu siapa yang saya maksud. (rha)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s