Ulasan Rilisan; Becuz – Jala (Full Album)

Mendengarkan Jala  terasa sama dengan saat bermain puzzle, tidak bisa ditebak hanya dengan melihatnya di awal. Karena awal ketika bermain puzzle hanya ada rasa penasaran dari dampak melihat ketidakteraturan. Letak keseruan sesungguhnya berada berada diantara awal dan akhir, yakni ketika proses menyusun. Karena di sanalah letak beragam rasa hadir. Sedangkan ketika berakhir, bisa ditebak apa yang akan terjadi. Bisa jadi rasa puas atau malah membongkarnya kembali kemudian memainkannya lagi.

Begitupula dengan menjelajahi 11 lagu pada Jala.  Isi album kedua Becuz yang dirilis oleh Nadapita Records dalam rupa kaset ini tidak bisa hanya dinilai dari ketidakteraturan nada ketika mendengarkan lagu pembuka berjudul “Merusakkan Pendengaran”. Karena sembilan lagu setelahnya adalah keseruan yang ditawarkan musik Becuz sesungguhnya.

Hadirnya Doni Hendrawan -vokalis band Fresh Water Fish dan Ajer- pada album ini menjadi daya tarik tersendiri. Pria dengan sapaan Doni ini memang dikenal teramat dalam dan begitu menjiwai perannya ketika berada di atas panggung. Begitupula ketika dirinya dipercaya mengambil peran vokal pada lagu “Berjudul Sempit”. Hingga menghajar telinga pendengarnya dengan barisan kata demi kata yang diucapkan bagaikan membaca sajak-sajak puisi dan siap membuat bulu tengkuk merinding.

Sama halnya merinding ketika membayangkan suatu hari nanti kita harus berdiri di kota yang semakin sombong dengan himpitan gedungnya yang menjulang tinggi dengan suara mesin yang semakin bising karena saling mendengking satu sama lain.

Album ini ternyata juga masih menawarkan berbagai kejutan meski harus diputar berulangkali. Terutama ketika nada-nada yang tak terduga tiba-tiba muncul di antara masifnya modulasi gitar, ketukan drum, serta gaya vokal yang hampir terdengar sedikit menjenuhkan.

Seperti suara-suara ‘gaib’ dari hasil eksperimen yang kerap tidak dapat diprediksi kemunculannya pada beberapa materi  seperti isian suara pada pertengahan track berjudul “Satir”dan “Jala”, atau suara pianika yang hadir tatkala sang vokalis sedang bernyanyi bagaikan mengucap mantra suci pada lagu “Mantra Tanah Surga”.

Tidak keseluruhan materi Becuz berhiaskan nada-nada yang membuat merinding akibat rentetan suara vokal dan kemunculan instrumen ‘gaib’. Becuz juga memiliki materi dengan kadar menenangkan dan menyenangkan, hal tersebut akan kalian temui ketika melintas pada materi berjudul “Dirajam Ra”, “Eros dan Tanathos” dan “Maka Mari Bernyayi Atas Nama Jiwa”.

Menurut saya pribadi, tidaklah cukup hanya memutarkan album ini sekali saja. Selain karena faktor materi yang menarik untuk diputar berulang kali dan juga kejutan-kejutan yang ditawarkan. Foto-foto yang hadir menginterpretasikan setiap materi pada album jala hasil dari jepretan Doni Hendrawan ternyata juga mampu mengalihkan konsentrasi ketika mendengarkan lagu. Terlebih lagi untuk memahami maksud dari lirik yang mereka tulis. 🙂

Sama sulitnya untuk memungkiri jika musik yang diusung Becuz memiliki hubungan erat dengan band Sonic Youth (selain dari faktor nama). Terlebih jika mendengar gaya vokal dan merujuk pada modulasi yang digunakan untuk membangun aransemen musik pada album Jala.

Akan tetapi setidaknya Jala lahir dan telah berhasil menjadi penyegar di kala ranah musik alternatif khususnya di kota Malang belakangan terdengar hanya bermain di area musik yang aman.

Namun yang lebih tidak saya pahami adalah mengapa band yang memiliki album semenarik ini lebih sulit ditangkap radar, terutama oleh para penggemar gambar sampul album Washing Machine atau Goo? Ha! abaikan paragraf ini, tak perlu diambil hati. Anggap saja ini salah ketik (typo).

Album ini ditutup kembali dengan ketidakteraturan yang (mungkin) akan menghadirkan rasa kurang puas untuk hanya memutar Jala sekali saja. (rha)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s