Naropal Acara: Sounds From The Garden

Hawa dingin yang menyelimuti belakangan ternyata tidak mempengaruhi semangat para penggiat musik di kota Malang untuk tetap menggeber acaranya. Saking semangatnya, hampir setengah dari seminggu ini acara di kota Malang digelar tanpa mengenal hari jeda. Tidak tanggung-tanggung, bahkan dalam sehari bisa tiga acara di tiga titik lokasi berbeda digelar dalam waktu yang hampir bersamaan. Acara bertajuk Sounds From The Garden menjadi  salah satu dari sekian banyak acara yang sukses digelar di kota Malang.

Sounds From The Garden merupakan debut acara yang diprakarsai oleh salah satu kafe dengan konsep beer garden, Houtenhandgarten. Sekedar info jika Houtenhandgarten ini masih ‘bersaudara’ dengan salah satu ruang publik yang kerap disebut CBGB-nya kota Malang yang berada di Jalan Kayutangan, Houtenhand Public House.

Selain atas dasar semangat untuk terus berkarya dan bersenang-senang bersama, acara Sounds From The Garden kabarnya juga digelar sebagai wadah untuk para pelaku musik khususnya di kota Malang untuk mempresentasikan karya dan menunjukkan kualitas penampilan mereka kepada khalayak luas. Pada debut acara tersebut pihak Houtenhandgarten menampilkan beberapa nama yang belakangan menjadi perhatian penikmat musik di kota Malang hingga kancah Nasional. Seperti Beeswax, Christabel Annora, Closure, Coldiac, Young Savages, dan Monohero. Termasuk kembali ‘membangunkan’ salah unit folk dari tidur panjangnya, Ajer.

Area sekitaran panggung yang berada di tengah taman dan ruangan indoor Houtenhandgarten telah padat pengunjung sedari pukul 19.00. Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan penampilan dari pianis sekaligus vokalis, Christabel Annora, yang pada malam itu tampil bersama rekannya bernama Steffani Baretta sebagai backing vokal. Jika tidak salah, malam itu Ista memperkenalkan materi terbaru. Jika benar, single terbaru Ista sedingin suasana malam di Houtenhandgarten malam itu. Serius!

Penampil selanjutnya adalah Closure yang membawakan beberapa materi pada debut mini album juga materi terbaru untuk calon album mendatang. Di tengah penampilannya, Closure mengabarkan jika mereka akan melakukan split dengan salah satu band asal Jakarta. Kita tunggu saja.

Penampilan mereka malam itu cukup apik, meski ada beberapa candaan yang rasanya tidak perlu untuk dilontarkan karena terkesan (maaf) garing. Mendengar single terbaru yang diperkenalkan, sepertinya Closure sedang mencoba membangun ambience yang lebih gelap pada musiknya. Patut dinanti!

Penampilan Young Savages di Sounds From The Garden

Young Savages bersiap tampil. Pada beberapa kali penampilannya belakangan, posisi keyboard Young Savages diisi oleh wajah baru. Setelah penampilan Young Savages pada acara Sounds From The Garden, sejujurnya kontribusi instrumen keyboard sekaligus backing vokal Young Savages sekarang lebih jelas terasa. Adin, vokalis Young Savages juga sepertinya musti mempertahankan penampilan yang nakal seperti yang diperagakan pada acara Sounds From The Garden di penampilan-penampilan berikutnya. Tentunya tanpa perlu nada vokal yang hilang arah. Hehe…

Penonton semakin merapat setelah MC menyebut nama Beeswax sebagai penampil selanjutnya. Band yang digawangi oleh Bagas, Iyok, Putra, dan Yayan ini memang tampak meyakinkan sedari awal membuka dengan instrumen yang sarat akan hitungan ganjilnya. Sayangnya di tengah penampilan, suara distorsi antara gitar Bagas dan Iyok seakan saling berlomba untuk menjadi paling depan dan sedikit mengganggu telinga. Namun hal tersebut sepertinya bukan menjadi permasalahan serius bagi penonton lainnya yang nampak tetap mengikuti Beeswax bernyanyi.

Penampilan Beeswax di Sounds From The Garden

Band ini memang memiliki materi yang padat dan berisi terutama pada isian gitarnya yang akan selalu hadir mengitari setiap materi. Beeswax memang pantas mendapat sanjungan seperti yang banyak penikmat hingga pengamat katakan.

Jika pada penampil-penampil sebelumnya shaf terdepan lebih banyak didominasi oleh pria. Maka ketika Coldiac bersiap tampil jangan heran jika shaf terdepan, kedua, hingga ketiga akan langsung didominasi oleh para wanita. Sejak kemunculannya, Coldiac memang menawarkan musik yang, ehm, seksi. Gelar sexy pop mungkin jatuh pada nama Coldiac, selain rekan seranah mereka bernama Atlesta. Selain visual, band yang baru saja meluncurkan video klip terbarunya ini juga tak perlu diragukan lagi dalam urusan skill serta kualitas sound. Selalu bermain rapi dan sesuai dengan rekaman sepertinya sudah menjadi rukun wajib yang musti dilakukan setiap penampilan mereka. Jadi jangan heran jika banyak wanita yang tadinya terlihat masih malu-malu akan langsung meliukkan tubuhnya sambil bernyanyi ketika Coldiac tampil.

Mungkin jika mereka lebih berani bereksplorasi dengan instrumen drum atau gitar dengan sajian sound yang vintage, bukan mustahil Coldiac akan membuat penonton khususnya para wanita akan jauh lebih berani mengeluarkan banyak keringat untuk menari.

Meski tanpa kehadiran Nova pada vokal yang kini tengah disibukkan jadwal tur album terbaru Drapetomania bersama Filastine ke benua Eropa, Amerika, Asia, Hingga Australia. Penampilan Ajer di Sounds From The Garden masih tetap menarik dan memantik perhatian. Penampilan Dony Hendrawan selaku vokalis sekaligus gitaris utama yang selalu tampil ekspresif dan penuh penjiwaan berhasil menutupi tiap kesalahan yang dilakukannya juga personil lainnya dan merubahnya menjadi penampilan yang memukau.

Ajer di Sounds From The Garden

Unit folk yang digawangi oleh para personil dari berbagai latar belakang (animator, chef, owner label rekaman independen) ini mengusung aroma musik  folk yang berbeda dari kebanyakan grup musik seranah yang terkesan selalu akrab dengan lirik seputar senja dan kata-kata manis lainnya bak puisi remaja yang sedang dirundung asmara. Rindu mungkin sedikit tuntas setelah penampilan Ajer malam itu, namun tidak demikian dengan kepuasan. Karena  harapan untuk mengarsipkan materi dalam bentuk rilisan fisik masihlah terus membayangi setiap penampilan mereka.

Sounds From The Garden ditutup oleh khidmat oleh penampilan visual dan musik psikedelik dari Monohero. Jika kalian belum atau hanya masih menemukan sedikit kenyamanan ketika mendengarkan materi atau menikmati sajian visual Monohero. Bisa dipastikan itu karena anda masih dalam kondisi sepenuhnya sadar.

Kabarnya beberapa materi yang dibawakan oleh penampil di Sounds From The Garden direkam secara live dan nantinya akan dijadikan sebuah kompilasi dalam bentuk fisik. Tidak hanya band, acara juga sudah semestinya sadar akan pentingnya pengarsipan dalam wujud non fisik ataupun fisik sebagai rekam jejak perjalanan musik di kota Malang. Karena pada kenyataannya meski teknologi sudah begitu canggih, jejak acara-acara yang dianggap ‘penting’ di kota ini kerap kali dilupakan atau parahnya malah hilang begitu saja.

Ah, hampir lupa. Pameran fotografi peluncuran single terbaru milik unit indie rock asal Jakarta, Polka Wars, juga menambah kemeriahan pada gelaran Sounds From The Garden malam itu. (Memen)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s