EMERGENCY, Tur Perilisan Buku Nick Drake: Sebuah Biografi di Poharin Art Space

EMERGENCY

Tur Rilis Buku Nick Drake: Sebuah Biografi

Kamis, 3 Agustus 2017

18.00 – Selesai

Moderator: Kidung Swara Mardika

Pembicara: Sindy R. Asta, Bagus Yanuaris Dakar, dan Muhammad Al Mukhlishiddin

Penampilan: Stressout dan Gus Dakar

Ilustrasi: Ariestyan Putra

Poharin Art Space (Perumahan Sawojajar 2 Blok ND12, Malang, Jawa Timur)

 

Tahun ‘90-an seorang spesialis biografi musisi, Patrick Humphries, menerbitkan buku biografi Nick Drake. Musisi yang mati bunuh diri dan depresi biasanya jatuh jadi mitos. Humphries berusaha menguak mitos itu dengan menjelajahi situasi belantika musik dan situasi sosial politik Inggris pada tahun ’60-an. Situasi industri musik yang membuat namanya masyhur setelah kematiannya tak ketinggalan. Dia juga mengusut sistem pendidikan sekolah swasta Inggris dan kecenderungan-kecenderungan keluarga Inggris yang pernah merasakan zaman invasi Inggris. Semua itu dia telusuri untuk menjelaskan kegagalan Nick Drake dalam karirnya dan faktor-faktor penyebab depresinya. Terkuaklah wajah lain Nick Drake yang lebih manusiawi.

Dengan demikian, buku Nick Drake: sebuah biografi itu tidak hanya memberikan gambaran tentang sosok musisi malang itu, tetapi juga tentang cara kerja belantika musik dan pengaruh sosial politik yang melingkupinya. Barangsiapa ingin atau sedang berkiprah di bidang musik bisa menjadikan buku ini sebagai pembanding untuk membaca keadaan belantika musik masa kini. Barangsiapa suka musik akan mendapatkan kisah tentang seorang jenius folk yang tidak hanya mengilhami kancah folk, tetapi musisi-musisi genre lain, seperti Robert Smith The Cure dan vokalis Television, bahkan di-cover musisi semacam Elton John.

Nick Drake meninggal pada usia 26 tahun. Karir penyanyi yang lahir di Burma ini terhambat oleh pergolakan yang ia alami dengan dirinya sendiri. Teman-teman Nick Drake mengatakan bahwa ia adalah tipe orang yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk hidup di dalam kepalanya sendiri. Tentu saja apabila kita mendengarkan lagu-lagu Nick Drake; ia merupakan seorang musisi yang berbakat. Namun ia bukanlah seorang penampil maupun penghibur yang ulung. Oleh karena itu ketiga album yang berhasil direkam oleh Nick Drake tidak pernah meledak secara penjualan. Hal ini sedikit banyak mulai mempengaruhi, atau mungkin memperparah, kondisi kesehatan mental Nick Drake. Hidupnya yang begitu singkat disinyalir berakhir karena konsumsi obat anti-depresant dengan dosis yang berlebihan. Sorotan mulai hadir untuknya beberapa generasi setelah ia tutup usia. Mengapa demikian? Kisah apa yang kemudian menarik dan relevan untuk diperbincangkan ketika jasadnya malah telah tiada? Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang nantinya akan dikupas pada saat acara di Poharin Art Space. Buku “Nick Drake: Sebuah Biografi” nantinya juga bisa kalian dapatkan pada saat acara.

Peta menuju Poharin Art Space

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s