Sesi Obrolan Bersama Strider; Mengenai Perilisan “Tuan Mojo”

Gerombolan pemilik label rekaman dan toko rekaman Kota Malang telah memastikan akan kembali merayakan Cassette Store Day yang akan digelar pada tanggal 14 Oktober 2017 di Teras Panglima, Jl. Simpang Ijen 5A, Malang. Perayaan ini tentu dimanfaatkan oleh pelaku musik di kota Malang untuk merilis karyanya. Salah satunya Strider, unit stoner-rock yang telah memberikan ultimatum akan meluncurkan singel terbaru dalam wujud kaset pita di gelaran tersebut.

Kami berkesempatan untuk berbincang dengan Strider perihal materi terbaru dan menelusuri pengaruh The Doors pada materi terbaru mereka. Simak!

Hai Strider apa kabar? Apa kesibukan kalian belakangan ini?

Ginanjar: Baik, kesibukannya mencari nafkah buat rekaman sama latihan. Sambil mempersiapkan materi-materi baru untuk album selanjutnya.

Kabarnya kalian berencana merilis materi baru pada gelaran Malang Cassette Store Day 2017, bisa ceritakan rencana tersebut?

Afir: Ya, rencananya di Malang Cassette Store Day 2017 besok kami akan merilis singel terbaru berjudul “Tuan Mojo” dalam format kaset. Singel “Tuan Mojo” juga nantinya menjadi salah satu track di album Strider selanjutnya. Buat pemanasan dulu lah… [tertawa]

Ginanjar: Demi memperingati Malang Cassette Store Day 2017, kita merilis singel baru dan sebagai pemanasan untuk album kedua.

Lagu Tuan Mojo bercerita tentang apa?

Afir: Lagu ini sebenarnya terinspirasi dari fenomena banyaknya musisi besar yang akhir-akhir ini memutuskan untuk bunuh diri. Kami rasa mereka atau siapapun itu yang melakukan hal itu (bunuh diri) disebabkan karena sudah  tidak mempunyai semangat mudanya lagi.

Nah, maka dari itu kami mengajak orang-orang yang tadinya sudah kehilangan motivasi untuk bersenang-senang bersama melalui lagu terbaru kami dan terus mendengarkan musik keras. Sesuai kodratnya, musik keras hanya untuk jiwa yang muda.

Kami undang Tuan Mojo untuk turut serta berpesta pora [tertawa].

Tuan Mojo menurut sepengetahuan kami merupakan anagram dari nama Jim Morrison. Atau ada arti lain bagi Strider? Bisa ceritakan  makna dan alasan di balik pemilihan judul rilisan terbaru kalian nanti?

Afir: Benar, memang singel ini terinspirasi dari Jim Morrison. Kenapa memilih judul tersebut, karena kami ingin mengajak orang yang mendengarkan lagu ini bisa ikut bersemangat dan senang-senang seliar-liarnya seperti yang biasa dilakukan Jim Morrison.

Selain Tuan Mojo, kabarnya nanti ada lagu cover yang kalian sertakan?

Afir: Ya, “Roadhouse Blues” dari The Doors. Lagu ini sudah beberapa kali kami bawakan secara live. Hitung-hitung untuk bonus track biar Tuan Mojo tidak sendiri [tertawa].

Sedari debut album diluncurkan, Strider yang notabenya unit stoner-rock selama ini terkesan seperti mencoba untuk “keluar” dari image yang banyak band-band seperti kalian tawarkan. Mulai dari gaya artwork, hingga pemilihan lagu yang kalian cover (The Beatles dan The Doors). Apa ada alasan dibalik itu semua?

Ginanjar: Biar tampak beda, kami terinspirasi Melvins yang musiknya garang tapi kover artwork-nya lucu dan imut.

Afir: Kami merasa akan lebih seru jika lagu cover itu dari band yang bukan dari ranah musik yang sama dengan Strider. Jadi, jika dibawakan dengan versi strider bisa lebih seru. Tapi kita juga terpengaruh dari band-band itu (The Beatles dan The Doors).

Terpengaruh dari segi?

Afir: Kalo aku pribadi terinspirasi dengan nada-nada vokal  Jim Morrison, Kalo The Beatles dari struktur lirik-liriknya yang simpel tapi enak, mengena, dan gampang untuk dihafal.

Kami suka dengan Artwork untuk Tuan Mojo, siapa yang mengerjakan? Apa makna dibalik artwork Tuan Mojo?

Ginanjar: Itu yang buat temen Ebing, Aldy Maulana atau aldymavl.

Ebing: Artwork tersebut merupakan representasi dari lirik “Tuan Mojo”. Maksud dari artwork tersebut adalah sebuah ajakan untuk membangkitkan semangat jim Morrison. Semangat yang positif loh ya… [tertawa].

Mengenai musik, apakah ada perbedaan (sound atau musik) yang kalian tawarkan pada materi terbaru nanti dibandingkan dengan materi pada debut album Defishit Moral?

Ginanjar: Dari sisi sound ada perbedaan dari Defisit Moral, sekarang kita akan menambahkan beberapa suara luar angkasa. Untuk sesi rekamannya juga live, jadi karakter bass, drum dan gitar akan terasa lebih natural dari. Kalo kata anak-anak jaman sekarang biar keliatan vintage [tertawa].

Putra: Kini kami mencoba bereksplorasi dengan ketukan dan sound era 70’s & 80’s

Afir: Dijamin beda dari sebelumnya!

 

Singel terbaru yang akan kalian rilis apakah menjadi pertanda jika album selanjutnya akan segera dilahirkan? Jika iya, sampai mana proses penggarapan album terbaru kalian?

Ginanjar: Iya, kita masih dalam proses mematangkan materi-materi baru dan menulis lirik-lirik. Jika tidak ada kendala bulan Desember kita akan mulai merekam beberapa lagu.

Apa rencana kalian dalam waktu dekat!

Rencana terdekat kita mau buat video klip dan jika ada rejeki ingin menjalankan mini tour di Jawa Timur. Sambil mempersiapkan beberapa lagu juga.

Terima kasih Strider!

Strider adalah Ginanjar I. Sutrisno (gitar), Gabriel Doelano Nahara (gitar), Abdillah Ibnu Firdaus (vocal), Nico Pradana (bass), dan Septian Anugrah Saputra (drum). Setelah melakukan sesi wawancara ini, kami mendapat bocoran jika kaset “Tuan Mojo” yang nantinya dirilis pada perayaan Malang Cassette Store Day 2017 akan dicetak dalam jumlah terbatas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s