Noose Bound – Paint Me Red

Berangkat dari fenomena bunuh diri, para personil band dari berbagai lintas musik ini membentuk grup hardcore yang penuh enerji dan berapi-api.

Awalnya kami kebingungan oleh kedatangan dua band anyar dalam waktu yang hampir bersamaan dengan nama yang hampir serupa. Mereka adalah Noose dan Noose Bound. Kami sempat berpikir mereka adalah grup yang sama. Namun, setelah kami konfirmasi dan mendapat rekomendasi sana-sini, barulah kami mengetahui jika mereka adalah dua grup yang berbeda.  Ha!

Nama pertama  adalah trio beranggotakan wajah baru pengusung heavy rock/stoner/doom yang beberapa waktu lalu baru  saja melahirkan debut mini album pertama yang dikasih judul Flawless Darkness. Sedangkan Noose Bound adalah unit hardcore yang diprakarsai oleh wajah-wajah lama di scene kota Malang.

Noose Bound adalah side-project yang sudah dibentuk sejak tahun 2017 oleh beberapa personil dari band lintas warna dan rasa; seperti Shewn, Brightside Haze, Leftover, Wordsworth, Sharkbite dan  I’m Sorry I’m Lost. Mereka adalah Rio (drum), Bagaskoro Akmal (vokal), Devrizal Maruapey(gitar), Ananda Krisna(gitar, backing vocal) dan Alfin Ramadhan (bass).

Karena ketertarikan yang sama dengan band semacam Code Orange dan Knocked Loose-lah yang membuat mereka akhirnya memutuskan membentuk Noose Bound dengan musik yang penuh enerji distorsi dan berapi-api. Dan itu sudah mereka buktikan melalui debut singel terbarunya, “Paint Me Red”.

“Nomor ini memiliki pesan yang kelam karena inspirasinya sendiri datang dari fenomena bunuh diri yang banyak dilakukan oleh para musisi belakangan,” ujar Noose Bound.

Fenomena bunuh diri belakangan memang menjadi isu yang banyak (dan memang harus) diperhatikan. Band rock anyar, YME, juga sempat menyinggung fenomena ini lewat singel-nya “Mania”. Begitupula nama Noose Bound yang memiliki arti tarik jerat di mana inspirasinya datang dari fenomena bunuh diri.

“Kami berusaha menangkap fenomena tersebut melalui lagu, baik dari segi musik yang dipenuhi kemarahan, serta lirik-lirik yang mencerminkan keputusasaan dan kebencian akan diri sendiri,” lanjut mereka.

Meski mencerminkan keputusasaan dan kebencian dengan diri sendiri, Noose Bound tidak ingin menyelipkan pesan yang mendorong pendengarnya untuk mengakhiri hidup mereka. Sebaliknya, band ini ingin menyampaikan bahwa adil atau tidaknya hidup seseorang hanyalah berdasarkan perbedaan perspektif.

“Ketika hidup tidak memberikan kepuasaan sesuai yang diinginkan, pilihan akan dikembalikan pada masing-masing individu. Manusia bisa memilih untuk tetap terpuruk dan menyalahkan takdir atau bangkit untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.” Tutup Noose Bound.

Simak single “Paint Me Red” yang muda, bengis, penuh enerji dan berapi-api.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s