Ulasan Rilisan: Pronks – Mind Rage (Demo)

Perayaan Malang Record Store Day 2018 memang sudah berlalu. Tapi hari raya pengkonsumsi rilisan fisik itu masih meninggalkan sesuatu di benak kami, adalah rasa penasaran. Ya,  penyebabnya tidak lain karena ada beberapa demo rekaman fisik yang dilempar secara diam-diam. Salah satunya Pronks yang pada gelaran Malang Record Store Day 2018, melalui Barongsai Records – label rekaman yang merilis debut album Pronks bertitel  Lullabies For Insomnian , merilis demo rekaman bertajuk Mind Rage dalam rupa kaset pita.

Konon demo yang berisikan dua materi tersebut menjadi perkenalan awal sebelum Pronks resmi merilis album kedua mereka. Dua materi itu diantaranya “Take A Walk” dan “Mind Rage”.

Bagi kalian yang rajin mengikuti performa Pronks beberapa waktu ini, dua materi ini memanglah sudah tidak terdengar asing. Pasalnya, dalam penampilannya belakangan, Pronks kerap membawakan materi terbaru mereka. Dan yang hampir tak pernah absen dibawakan adalah dua lagu ini. Plus lagu berjudul “Slow Man” yang  jika melihat banyaknya rekues saat Pronks tampil, lagu tersebut tampaknya akan menjadi jagoan baru di album kedua nanti.

Masih berkutat dengan tema keseharian para personil dan teman-teman dari Pronks. Namun, jika merujuk pada musik dua materi dalam demo ini,  album kedua mereka nanti tampaknya akan bertabur lintas warna musik. Mulai rock, alternatif rock hingga punk rock yang nuansa musiknya akrab terdengar di medio 2000’an.

Lagu pertama, “Take A Walk”,  misalnya. Lagu dengan aroma alternatif rock ini cocok menjadi soundtrack saat kalian sedang ingin bermalas-malasan. Entah itu saat di meja bar sambil menenggak bir, duduk di sofa kamar sambil merokok dan melihat langit-langit, atau juga ketika saat berkendara di kota yang lalu lintasnya padat seperti Malang, misalnya. Kesan rileks dan begitu santai hampir menjalar di sepanjang lagu “Take A Walk”. Begitupula cara vokalis Pronks menyanyikannya.

Jika di lagu pertama Pronks terkesan malas-malasan. Maka tidak demikian di lagu kedua sekaligus lagu penutup, “Mind Rage”. Lagu ini akan menghentak kalian dengan tempo drum dan nyanyian super cepat ala band punk rock. Dan itu akan mengajak kalian untuk melawan rasa malas. Sesuai judul lagunya, lagu ini benar-benar marah. Begitupula vokalis mereka yang bernyanyi dengan suara parau.

Lewat dua lagu yang nuansa musiknya begitu kontras ini tentu saja album kedua Pronks  menyimpan tanda tanya besar. Bukan tidak mungkin jika album kedua mereka nanti akan beranjak jauh dari debut album, Lullabies For Insomnian, yang kental dengan aroma psikedeliknya. Hanya saja ada satu pekerjaan rumah yang musti dikerjakan oleh Pronks. Yakni konsistensi penampilan mereka di atas panggung untuk bisa membawakan materi-materinya dengan baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s