[Audio] Alison – Silent Hill

Acara Urip Urup di Kedai Mbah Lemmy awal bulan lalu memperkenalkan kami dengan beberapa nama baru. Salah satunya Alison yang pada acara tersebut didapuk menjadi penampil pertama. Sore itu, kuintet shoegaze ini membawakan empat lagu, diantaranya single perdana berjudul “Silent Hill” sebagai pembuka dan cover lagu “Lullaby” milik Low yang menjadi penutup.

Alison adalah unit shoegaze anyar asal kota Malang yang dibentuk sejak 2017 silam dengan pengaruh musik yang datang dari band-band semacam; My Bloody Valentine, Slowdive, My Vitriol, Winter dan The Milo.

Keberadaan musik shoegaze di peta musik kota Malang sendiri tidak bisa dikatakan baru. Meski demikian, di tengah gegap gempita arena musik di kota Malang belakangan, bukan perkara mudah menemukan proyek musik yang mengusung warna musik tersebut.

Pandu dari Bergegas Mati dan pemilik Gerpfast Kolektif – label rekaman yang berkonsentrasi pada rilisan-rilisan musik noise, shoegaze, dream pop, indiepop – juga berpendapat demikian. Lewat fanzine pribadinya berjudul Unicorn Diarrhea, yang memuat review serta rekomendasi band-band dengan genre yang diminatinya, Pandu mengungakapkan jika banyak faktor mengapa di kota Malang belum banyak proyek musik dengan mengusung musik shoegaze.

“Shoegaze,” kata Pandu, “salah satu genre yang bisa dibilang sangat jarang ditemukan di kota Malang,”

“selain gear yang dibutuhkan cukup mahal untuk mendapatkan sound yang cocok hingga peminat yang tidak terlalu besar, membuat genre ini sukar dilirik.” lanjutnya.

Sampai pada akhirnya Alison meluncurkan single perdana mereka yang dikasih  judul “Silent Hill” lewat salah satu layanan musik digital. Kemunculan Alison ini tentu menjadi angin segar khususnya di arena musik shoegaze kota Malang yang saat ini hanya diisi oleh nama Intenna.

Single “Silent Hill” menawarkan musik yang bagai berselimut kabut dengan kocokan gitar bersuara kaleng dengan kadar distorsi renyah. Vokal yang bernada muram ditemani seretan melodi dan ketukan drum bertempo sedang seakan membentuk atmosfir yang mampu memberikan ruang bagi pendengar untuk hanyut dalam dimensi lamunannya.

Begitupula juga Alison di mana mereka mencoba menganyutkan pendengarnya ke dalam cerita di balik single perdananya lewat lirik dan musik.

“Lagu ini bercerita tentang seseorang yang sedang beradadi sebuah lembah yang sunyi menikmati kesendirian nya pada malam hari,” tutur Alison. “ia berjalan sendirian dan melihat di sekitar yang membuat dia sadar bahwa betapa agungnya ciptaan sang maha pencipta,”

“di lembah yang sunyi itu ia melihat cahaya bulan yang membias di antara sela-sela pohon pinus yang mengitarinya.” tutup kisahnya.

Beberapa hari belakangan, lewat unggahan media sosialnya, kuintet yang beranggotakan Vicky (vokal), Nanda (Gitar), Riki (Gitar), Nabilla (Bass), dan Agung (Drum) ini tengah sibuk dalam proses pembuatan video klip. Selain itu dari siaran pers yang kami terima, Alison mengaku jika mereka juga sedang dalam tahap perampungan materi.

“Jika tiada halangan atau berbagai hal sebagainya kami akan segera merampungkan beberapa materi yang belum sempat direkam secepatnya pada tahun ini.” pukas Alison.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s